BEI Suspensi Saham Jaya Agra (JAWA), Ternyata Sahamnya telah Melesat 129%
JAKARTA, Investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspense) perdagangan saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) pada perdagangan saham Selasa (10/10/2023). Suspensi tersebut dipicu atas lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data BEI, saham JAWA telah melesat dari level Rp 68 menjadi Rp 156 sepanjang Otober 2023 berjalan atau telah terjadi peningkatan sebesar 129,41%.
Baca Juga
Beda Nasib Transasksi, BEI Suspensi Saham Era Media (DOOH) dan Widiant (WIDI)
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham JAWA, dalam rangka cooling down untuk melindungi Investor, BEI memandang perlu suspense saham JAWApada perdagangan 10 Oktober 2023,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A.
BEI kemarin telah memasukkan saham JAWA dalam daftar saham dengan pergerakan di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA) setelah harganya melesat dalam beberapa hari terakhir. Namun UMA tak membuat pergerakan harga saham JAWA berhenti.
Berdasarkan data lompatan harga saham JAWA tersebut sejalan dengan pengumuman resmi bahwa perseroan akan mengonversi sebagian utang menjadi saham melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMHTHMEDT) dengan harga pelaksanaan Rp 100 per saham.
Baca Juga
Tujuh dari 10 Sekuritas Rekomendasi Beli Saham Bank Mandiri (BMRI), Berikut Target-targetnya
Perseroan akan menerbitkan sebanyak 12,45 miliar saham atau setara dengan 76,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Konversi utang tersebut diharapkan memperkuat posisi keuangan perseroan, sehingga nilai tambah bagi pemegang saham meningkat ke depan.
Melalui PMHTHMEDT tersebut, perseroan akan mengonversi utang sebanyak Rp 1,24 triliun menjadi 12,45 miliar saham baru. Utang yang dikonversi merupakan pinjaman dari pemegang saham pengendali perseroan. Dengan aksi tersebut total liabilitas perseroan turun tajam dari Rp 3,57 triliun menjadi Rp 2,32 triliun.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Uji Support, Tiga Saham Ini Direkomendasikan Sell
Secara keuangan, JAWA mencatatkan peningkatan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 89,38 miliar menjadi Rp 172,60 miliar. Penurunan sejalan dengan pelemahan pendapatan dari Rp 536,58 miliar menjadi Rp 446,72 miliar hingga akhir Juni 2023.

