IHSG Potensi Menguat, Simak Rekomendasi BBCA, INKP, MAPI, dan CUAN
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini berpotensi menguat, dengan indeks diperkirakan bergerak di range 7.052-7.137. Pada perdagangan hari ini, Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, antara lain Bank Central Asia (BBCA), Indah Kiat Pulp & Paper (INKP), Mitra Adiperkasa (MAPI), Dharma Satya Nusantara (DSNG), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN).
“IHSG pada perdagangan Senin, 13 Mei 2024, menguat 0,15% ke level 7.099. Penguatan IHSG ditopang oleh sentimen positif dari rilis data IKK (Indeks Keyakinan Konsumen) April lalu yang naik ke level tertinggi sejak Mei 2023. Hal ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap perekonomian di masa depan,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini membeberkan, penguatan IHSG cenderung ditopang oleh saham-saham lapis 2 dan 3, yang berkapitalisasi menengah dan kecil. Seiring berlanjutnya musim rilis kinerja emiten kuartal I-2024, investor juga mencermati hasil keputusan RUPS terkait pembagian dividen yang dilakukan emiten. Beberapa emiten yang dijadwalkan rilis kinerja pekan ini diantaranya ELSA, MEDC, KLBF, SIDO, dan AMRT.
Sementara itu, investor asing mencatatkan aksi net sell yang besar yaitu Rp 2,02 triliun. Lima saham yang paling banyak dijual yaitu BBRI, BBCA, BMRI, MDKA, dan ICBP.
Baca Juga
Dibayangi Kekhawatiran Inflasi, Dow Jones Terkoreksi Setelah Reli 8 Hari
Secara sektoral, sektor teknologi menguat 1,58%, ditopang oleh penguatan harga saham EMTK, BUKA, DMMX. Sebaliknya, sektor yang melemah paling signifikan adalah kesehatan yang melemah 0,58% akibat aksi profit taking pada SILO, HEAL, dan MIKA.
Bursa Global
Sementara itu, bursa saham global cenderung flat. Bursa saham utama dunia kompak bergerak konsolidasi. Pelaku pasar bersikap risk off, fokus menanti indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat periode April 2024 yang diperkirakan naik 2,2% year on year (previous 2,1%).
"Menurut pandangan pasar, realisasi PPI dapat berpengaruh. Ini antara lain membuat bursa saham rebound atau justru tergelincir," ucapnya.
Dari Asia, Tiongkok melaporkan surplus neraca transaksi berjalan periode kuartal I-2024 turun ke US$ 39,2 miliar, nilai surplus terendah sejak defisit yang terjadi di 2020. Data ini direspons negatif dan menjadi pemberat laju indeks bursa Asia.
(Disclaimer on)

