IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham INKP, ASII, BDMN, dan SMGR
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi konsolidasi cenderung menguat, dengan bergerak di range 7.420-7.310. Pada perdagangan hari ini, Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, antara lain Indah Kiat Pulp & Paper (INKP), Astra International (ASII), Bank Danamon Indonesia (BDMN), Semen Indonesia (SMGR), dan Sarana Menara Nusantara (TOWR).
“IHSG pada perdagangan Jumat lalu, 22 Maret 2024, bergerak dalam kisaran harga yang sempit namun berhasil menguat 0,16%. Investor asing mencatatkan aksi net buy sebesar Rp 373 miliar dengan 5 saham yang paling banyak dibeli ialah TLKM, BBTN, AMRT, GOTO, dan BBRI. Sedangkan data ekonomi yang menarik adalah kredit perbankan tumbuh 11,28% YoY pada Februari lalu,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Senin (25/3/2024).
Baca Juga
Dari 11 sektor, beberapa sektor yang memimpin penguatan yaitu sektor kesehatan, teknologi, dan transportasi. Penguatan masing-masing adalah 1,53%, 1,32%, dan 1,24%. Sektor kesehatan masih melanjutkan pola uptrend dan masih berada di diagram “improving” pada indikator RRG yang menunjukkan potensi penguatan lebih lanjut.
Penguatan sektor teknologi didukung oleh rebound saham-saham teknologi berbobot besar, seperti GOTO, EMTK, dan BUKA. Adapun penguatan sektor transportasi ditopang oleh ekspektasi kenaikan permintaan jasa transportasi dan logistik barang, menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Baca Juga
Sebaliknya, sektor energi mencatatkan pelemahan paling signifikan yaitu 0,46%. Pelemahan ini disebabkan terkoreksinya harga komoditas migas dan batu bara.
Bursa Global
Analis Mega Capital Sekuritas ini juga membeberkan sentimen dari bursa utama dunia. Bursa saham global berakhir variatif di akhir pekan. "Kongres Amerika Serikat akhirnya menyetujui paket rencangan undang-undang (RUU) pada Sabtu 23 Maret 2024, sehingga penutupan pemerintahan AS yang dikhawatirkan oleh pasar tidak terjadi. RUU fiskal senilai US$ 1,2 triliun yang sempat tertunda selama 6 bulan ini rencananya sebanyak 70% akan dialokasikan untuk pertahanan," ucapnya.
Meski keputusan ini merupakan sentimen positif, namun pelaku pasar masih mencermati komentar hawkish dari Gubernur The Fed Atlanta, Raphael Bostic, yang memperkirakan hanya akan ada 1 kali pemangkasan suku bunga dengan total 25 bps untuk tahun 2024.
Sedangkan dari bursa Eropa, indeks FTSE 100 London menyentuh level harga tertinggi baru. Rekor terjadi setelah Gubernur Bank Sentral Inggris (BoE) Andrew Bailey mengatakan pemangkasan suku bunga lebih awal bukanlah suatu hal yang mustahil.
"Selanjutnya, di pekan ini, pelaku pasar akan fokus mencermati data inflasi PCE AS. Selain itu, komentar dari berbagai Gubernur The Fed terkait proyeksi pemangkasan suku bunga tahun ini," tututrnya.
(Disclaimer on)

