IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham MAPA, CUAN, SMGR, dan ASSA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas, dengan diperkirakan bergerak di range 7.300-7.400 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni MAP Aktif Adiperkasa (MAPA), SMGR (Semen Indonesia), Adi Sarana Armada (ASSA), Blue Bird (BIRD), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN).
“IHSG pada Selasa, 13 Agustus 2024, mencatatkan penguatan 0,81% ke level 7.356. Penguatan sejalan dengan rally di bursa saham global dan penguatan harga komoditas energi,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Rabu (14/8/2024)
Baca Juga
Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 588 miliar kemarin, di pasar regular. Lima saham yang paling banyak dibeli yaitu BBCA, BMRI, BBRI, INDF, dan TPIA.
Secara sektoral, mayoritas sektor mencatatkan penguatan, kecuali indeks saham sektor industrial melemah 0,51% lantaran pelemahan harga saham UNTR sebesar 0,69%.
Baca Juga
Sepekan Asing Masuk, Net Buy Saham Rp 0,5 Triliun Selasa, SBN Rp 1,4 Triliun
Adapun sektor yang memimpin penguatan yaitu konsumen nonprimer, transportasi, dan energi. Penguatan indeks harga saham masing-masing sebesar 2,99%, 2,30%, dan 2,11%.
“Selain itu, ada pengumuman rebalancing indeks MSCI periode Agustus. Indeks menambahkan sejumlah saham kapitalisasi menengah yang membuat saham-saham tersebut kompak menguat, di antaranya FILM, CMRY, INCO, dan WIKA,” ujar Head of Research Mega Capital Sekuritas ini.
Saham Global Kompak Rally
Sementara itu, inflasi berdasarkan Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat mereda, yang mendorong bursa saham global kompak rally kemarin waktu setempat. Berbagai indeks saham global baik di AS, Eropa, maupun Asia mencatatkan penguatan, bahkan indeks saham AS mendekati rekor tertinggi pada Juli 2024 lalu.
"Penguatan harga terjadi setelah rilis data PPI AS periode Juli turun 0,1% month on month dan PPI inti turun lebih baik dari perkiraan menjadi 2,4% yoy di Juli dibandingkan 3% yoy di Juni," papar Cheril.
Hal itu semakin meningkatkan optimisme pemangkasan suku bunga acuan The Fed di September. Berdasarkan survei di pasar, peluang pemangkasan sebesar 50 bps pada FOMC September naik menjadi 53,5%, meningkat dari probabilitas hari sebelumnya di level 50%, meski tidak setinggi 1 pekan lalu di level 68%.
Sejalan dengan Wall Street, Bursa Eropa ditutup menguat. Di Eropa, investor cenderung mencerna berbagai rilis data ekonomi yang lebih baik, seperti pengangguran Inggris periode Juli yang turun ke 4,2% year on year dari 4,4% yoy.
Di Asia, mayoritas bursa regional ditutup menguat, yang tercermin pada menguatan MSCI Asia Pasific yang terangkat hingga 1%. Selain itu, indeks Nikkei naik 3,45%, Hang Seng 0,36%, dan Shanghai Composite 0.34%.
"Penguatan bursa Asia ditopang oleh beberapa faktor. Ini antara lain adanya kabar bahwa parlemen Jepang akan menyelenggarakan pertemuan khusus, yang membahas kebijakan Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga acuan dan rilis data indeks harga produsen Jepang yang naik 3% di bulan Juli," ucap Cheril.
Hari ini, lanjut dia, fokus pasar kembali pada rilis data ekonomi AS khususnya inflasi consumer price indexes (CPIs) di negeri dengan perekonomian terbesar di dunia itu.
(Disclaimer on)

