IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BBTN, JPFA, ASSA, MAPI, dan DOID
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi menguat, dengan pergerakan di range 7.165-7.295. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, antara lain BBTN, JPFA, Adi Sarana Armada (ASSA), MAPI, dan Delta Dunia Makmur (DOID).
“IHSG pada perdagangan Kamis, 4 April 2024, berbalik menguat sebesar 1,22% ke 7.254. Hal ini ditopang oleh penguatan harga komoditas logam dasar, seperti nikel, timah, emas, tembaga, dan lain-lain, akibat disrupsi supply di Taiwan,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Jumat (5/4/2024).
Baca Juga
IHSG Hari Terakhir Jelang LIbur Panjang Lebaran Bisa Naik, Pilihan Saham BBTN, BRIS, dan MNCN
Dengan sentimen tersebut, kemarin, indeks harga saham sektor bahan baku memimpin penguatan hingga 2,93% yang mendorong IHSG melaju.
Pasar Tenaga Kerja AS Melemah, Nasdaq Rally
Dari global, analis Mega Capital Sekuritas ini menyoroti pasar tenaga kerja Amerika Serikiat yang melemah, yang membuat indeks Nasdaq di Bursa Wall Street rally. "Sebelumnya, pelaku pasar menilai pasar tenaga kerja AS kuat yang didukung data JOLTS Februari 2024, namun rilis data tenaga kerja terkini menunjukkan hal sebaliknya. Pasalnya, klaim pengangguran mingguan yang berakhir pada 30 Maret 2024 naik ke level tertinggi selama 2 bulan," ucap Cheril.
Survei CME, kata Cheril, menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed dilakukan di Juni sebesar 25bps. Ini naik ke 62% dari 60% pada hari sebelumnya.
"Beralih ke Eropa, ECB memperkirakan inflasi sedang berada dalam tren turun sehingga target inflasi 2% bisa terjadi lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Asumsi ECB ini dengan mempertimbangkan tanda-tanda pembalikan harga komoditas energi yang berpotensi melemah," paparnya.
Di Asia, terjadinya gempa di Taiwan pada lokasi produksi chip semikonduktor menyebabkan penghentian proses produksi dan perakitan. Seiring proses evakuasi peralatan industri dan penghitungan kerugian akibat gempa, distribusi chip diperkirakan akan terhenti selama beberapa pekan ke depan. sehingga akan mengganggu ketersediaan chip di Asia.
"Hal ini membuat harga saham terkait logam dasar dan produsen chip menguat signifikan," tandasnya.
Baca Juga

