IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini KLBF, ISAT, dan ASSA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat, dengan indeks diperkirakan bergerak di range 7.140-7.245 pada perdagangan hari ini. Tim Riset
InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni KLBF, ISAT, SMGR, ASSA, dan TPIA.
“IHSG berhasil menguat 1,01% ke level 7.196. Penguatan ini didukung oleh tren penguatan nilai tukar rupiah, di mana kemarin rupiah menguat 0,15% terhadap USD. Selain itu, investor asing juga kembali konsisten melakukan akumulasi net buy harian,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Melesat Rp 13.000 per Gram, Cek Rinciannya
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini menuturkan, akumulasi net buy asing kemarin di pasar reguler sebesar Rp 488,05 miliar. Lima saham yang paling banyak dibeli yaitu BBCA, BMRI, TPIA, SMGR, dan UNTR.
Secara sektoral, sektor yang memimpin penguatan yaitu industri, transportasi, dan energi. Penguatan indeks harga saham masing-masing sektor sebesar 2,07%, 1,61%, dan 1,48%.
Baca Juga
Ditopang Saham Teknologi ‘Megacap’, S&P 500 dan Nasdaq Tembus Rekor Tertinggi Baru
Meski demikian, lanjut dia, di tengah penguatan yang terjadi masih terdapat sektor yang melemah. Sektor tersebut adalah teknologi dan kesehatan yang indeksnya melemah tipis sebesar 0,07% dan 0,06%.
"Seiring penguatan harga komoditas energi, kami melihat sektor energi dan bahan baku masih dapat melanjutkan penguatan di hari ini," paparnya.
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor
Cheril juga memaparkan data ekonomi Amerika Serikat melemah. Hal ini mendorong bursa saham lanjut rally kemarin waktu setempat.
"Di tengah pekan perdagangan AS yang singkat, indeks S&P 500 dan Nasdaq berhasil mencetak rekor harga baru. Penguatan masing-masing sebesar 0,5% dan 0,8%," paparnya.
Baca Juga
Terus Masuk, Asing Net Buy Saham Rp 0,62 Triliun Rabu, di SBN Rp 2,1 Triliun
Berbagai rilis data ekonomi AS menunjukan pelemahan ekonomi, khususnya di sektor ketenagakerjaan. Data ADP Employment Change turun ke 150 ribu di Juni 2024, dari 157 ribu di Mei 2024. Sementara klaim pengangguran mingguan naik ke 238 ribu di pekan lalu, dari 234 ribu di pekan sebelumnya.
Berbagai data ini diyakini memperbesar peluang pemangkasan suku bunga acuan The Fed dalam FOMC September 2024, bahkan probabilitas meningkat untuk pemangkasan suku bunga hingga 3 kali di tahun 2024.
"Sentimen positif dari perlambatan ekonomi AS juga memberi dampak positif pada bursa saham Eropa. Meskipun menjelang pemilu parlemen di Inggris pada hari Kamis ini dan Prancis di Minggu, namun ketiga indeks utama Eropa kompak menguat lebih dari 0,5%," paparnya.
Potensi pemangkasan suku bunga AS yang semakin nyata membuat pelaku pasar juga optimistis bahwa Bank Sentral Eropa akan melanjutkan tren pemangkasan suku bunga.
"Hari ini, sentimen pasar global akan cenderung sepi seiring libur hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli," sambungnya.

