IHSG Potensi Melemah, Simak Rekomendasi Saham SIDO, INKP, LSIP, dan ELSA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi konsolidasi cenderung melemah, dengan indeks bergerak di level 7.137-7.250. Pada perdagangan hari ini, Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, antara lain SIDO, INKP, LSIP, TKIM, dan ELSA.
“IHSG pada perdagangan Rabu, 3 April 2024 kembali melemah 0.84% di level 7176. Pelemahan ini terjadi seiring berlanjutnya pelemahan rupiah,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (4/4/2024).
Baca Juga
Pelemahan IHSG juga disebabkan pelaku pasar yang mencermati rilis data ekonomi global, serta perkembangan gugatan pemilu dalam negeri. Investor asing mencatatkan aksi net sell sebanyak Rp 2,13 triliun, dengan 5 saham yang paling banyak dijual adalah BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, dan BBNI.
Secara sektoral, sektor yang melemah paling besar adalah teknologi, properti, dan transportasi masing-masing 1,48%, 1,42%, dan 1,36%. Pelemahan yang terjadi menunjukkan sikap pelaku pasar yang cenderung menghindari saham-saham yang sensitif terhadap kenaikan suku bunga.
Ekspor, Bahan Baku Lokal
Meski demikian, lanjut Analis Mega Capital Sekuritas, di tengah pelemahan yang terjadi, indeks sektor kesehatan menguat paling besar yaitu 1,2%. “Ini ditopang oleh kenaikan saham SIDO yang berbobot besar, menjelang rilis pengumuman pembagian dividen yang diperkirakan mencapai yield 5,6%,” tandasnya.
SIDO juga salah satu saham yang justru diuntungkan dari pelemahan nilai rupiah terhadap USD. Pasalnya, pemasukan SIDO 8% dari ekspor, dengan bahan baku lokal.
Bursa Saham Global Rebound
Cheril juga membeberkan bursa saham global rebound pascakomentar The Fed kemarin waktu setempat. Berbagai rilis data mendukung penguatan harga terbatas di bursa saham Amerika Serikat.
"Data ISM menunjukkan baik harga maupun aktivitas bisnis penyedia jasa di AS periode Maret mencatatkan pelemahan. Sedangkan dari sisi pasar tenaga kerja masih menunjukkan ketangguhan, yang ditunjukkan oleh kenaikan jumlah lapangan pekerjaan JOLTS periode Februari dan penambahan pekerjaan nonpertanian ADP AS naik lebih tinggi dari perkiraan ke level 184 ribu pekerjaan. Harga emas pun menguat hingga mencetak rekor tertinggi di level US$ 2.300/T oz," ujarnya.
Beralih ke Eropa, inflasi Eropa periode Maret turun ke 2,4%, penurunan ini lebih besar dari perkiraan pasar 2,5%. Saham Eropa merespons positif data inflasi ini, dengan penguatan pada indeks UKX, DAX, dan CAC40 masing-masing sebesar 0,03%, 0,50%, dan 0,29%.
Baca Juga
Menteri ESDM Sebut Perpanjangan Izin Tambang Vale Kini di Tangan Bahlil

