IHSG Hari Ini Potensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham MAPI, BBCA, PTBA, UNTR, dan BRPT
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini berpotensi menguat, dengan indeks diperkirakan bergerak di level 7.170-7.023. Pada perdagangan hari ini, Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni MAPI, BBCA, PTBA, UNTR, dan BRPT.
“IHSG pada perdagangan Senin, 29 April 2024 berhasil ditutup menguat 1.7% ke level 7155. Penguatan ini sejalan dengan penguatan yang terjadi di bursa saham global,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (30/4/2024).
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Stagnan di Rp 1.325.000 Selasa Pagi
Meski menguat, namun investor asing masih melakukan net sell sebesar Rp 400 miliar. Lima saham yang paling banyak dijual yaitu BBRI, EXCL, TLKM, CUAN, dan BBNI.
Kinerja Emiten Melampaui Perkiraan
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini juga membeberkan, musim rilis kinerja emiten domestik yang mencatatkan kinerja lebih baik dari perkiraan turut menopang penguatan IHSG, kemarin. Ini seperti yang terjadi pada sektor kesehatan yang menguat 4,3% sehari.
Ia mencatat, di tengah penguatan IHSG, tersisa sektor transportasi yang masih melemah 0,76%. Hal ini akibat pelemahan signifikan pada harga saham BIRD, ASSA, NELY, yang memiliki bobot terbesar terhadap indeks sektoral.
Baca Juga
Ada Titik Terang Gencatan Senjata di Gaza, Harga Minyak Turun Lebih dari 1%
Bursa Global
Sementara itu, indeks bursa saham global tercatat konsolidasi menguat. Menjelang pertemuan FOMC pada 30 April-1 Mei 2024, fokus pelaku pasar mulai kembali beralih ke ekspektasi pemangkasan suku bunga. Pandangan pasar berubah drastis dibandingkan
bulan lalu, dari kemungkinan pemangkasan suku bunga total 3 kali menjadi 1 kali pemangkasan suku bunga di akhir
tahun 2024.
"Musim rilis kinerja keuangan teknologi di AS masih menjadi sentiment positif yang mendukung penguatan terbatas di bursa saham global," ucapnya.
Di Asia, bursa Tiongkok melanjutkan penguatan. Hal ini seiring rebound dari saham properti raksasa yang sebelumnya terkoreksi.

