Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, BBNI, UNTR, MBMA, dan PTBA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini berpotensi menguat, dengan indeks diperkirakan bergerak di range 7.100-7.000. Pada perdagangan hari ini, Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni BBNI, UNTR, MBMA, DOID, dan PTBA.
“IHSG pada perdagangan Senin, 3 Juni 2024, menguat 0,94% ke level 7.036, sejalan dengan penguatan bursa saham global. Dari dalam negeri, sentimen positif dari peningkatan PMI Manufaktur Mei dan indeks harga konsumen periode Mei 2024 menunjukkan deflasi, atau masih dalam kisaran target Bank Indonesia,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (4/6/2024).
Baca Juga
Di tengah penguatan IHSG yang terjadi, investor asing net sell terbatas sebesar Rp 243 miliar. Lima saham yang paling banyak dijual adalah BBRI, BRPT, TOWR, TLKM, dan BBCA.
Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh sektor kesehatan, energi, dan siklikal. Penguatan masing-masing sebesar 1,58%, 1,14%, dan 1,04%. Sebaliknya, sektor infrastruktur masih mencatatkan pelemahan terbesar yaitu 0,64%, yang disebabkan koreksi BREN yang memiliki bobot besar terhadap indeks.
“Hari ini kami melihat saham-saham dari sektor energi dapat melanjutkan penguatan, khususnya energi batu bara,” ucap Head of Research Mega Capital Sekuritas ini.
Bursa Global
Cheril juga menjelaskan, bursa saham global menanti data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) Amerika Serikat.
"Mayoritas bursa saham global konsolidasi menguat, dengan didukung rilis data ISM (Institute of Supply Management) Manufaktur AS periode Mei yang kembali terkontraksi, turun dari 49,2 pada periode April ke 48,7 (expectation 49,6)," paparnya.
Data ini menunjukan tanda-tanda pelemahan pada aktivitas manufaktur AS seiring permintaan yang melunak dan produksi yang melambat. Data tersebut juga sejalan dengan penurunan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS periode Mei dan pertumbuhan produk domestrik bruto (PDB) kuartal I-2024 yang melambat.
Sedangkan Bursa Asia menguat ditopang rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Tiongkok dan mayoritas negara ASEAN yang melanjutkan penguatan. Pelaku pasar melihat tanda-tanda kelanjutan pemulihan ekonomi Asia.
"Hari ini, pelaku pasar akan menantikan data pemesanan pabrik AS periode April 2024 yang diperkirakan melemah dan fokus pada data tenaga kerja JOLTS April yang juga diperkirakan melemah," imbuhnya.
Baca Juga
Minyak Mentah AS Anjlok Lebih dari 3% setelah Pernyataan OPEC+
(Disclaimer on)

