Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, MBMA, EXCL, CLEO, TPIA, dan MARK
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah terbatas, dengan diperkirakan bergerak di range 7.265-7.355 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Merdeka Battery Materials (MBMA), XL Axiata (EXCL), Sariguna Primatirta (CLEO), Chandra Asri Pacific (TPIA), dan Mark Dynamics Indonesia (MARK).
“Pada perdagangan Selasa, 23 Juli 2024, IHSG ditutup melemah sebesar 0,11% ke level 7.313. Pelemahan ini terjadi sejalan dengan koreksi yang terjadi di regional Asia dan sikap wait and see pasar terhadap perkembangan politik di Amerika Serikat,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Rabu (24/7/2024).
Baca Juga
Ia menjelaskan, investor asing mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp 122,99 miliar kemarin. Lima saham yang paling banyak dijual yaitu BBCA, AMMN, TLKM, BBNI, dan MIKA.
"Secara sektoral, teknologi memimpin penguatan hingga 4,55%, penguatan ini sejalan dengan rebound indeks Nasdaq AS di hari sebelumnya. Sebaliknya, sektor energi justru melemah paling signifikan hingga 1%, seiring pelemahan harga komoditas energi," ucapnya.
Rencana EV Baru Murah
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini membeberkan pula perkembangan bursa saham global. "Bursa saham global konsolidasi, seiring minimnya katalis," ucapnya.
Pelaku pasar masih mencermati rilis kinerja emiten kuartal II-2024 yang bervariasi, khususnya raksasa teknologi '7 Magnificent'. Pasalnya, kinerja TSLA kuartal II lalu tidak sebaik yang diestimasi pasar.
Baca Juga
TSLA mencatatkan penurunan penjualan mobil listrik (EV) hingga 5% year on year, adjusted earnings per share (EPS) turun dari US$ 0,61/share ke US$ 0,52/share. Hal ini disebabkan oleh tekanan margin akibat pemangkasan harga jual, biaya restrukturisasi, serta biaya pengembangan projek kecerdasan buatan. TSLA berencana memproduksi berbagai model EV baru dengan harga lebih rendah yang mulai diproduksi kuartal I-2025.
"Di sisi lain, rilis kinerja GOOGL justru menunjukkan pertumbuhan. Adjusted EPS kuartal II-2024 sebesar US$ 1,89/share, di atas estimasi US$ 1,83/share. Dari sisi pendapatan dan laba, keduanya meningkat ditopang segmen layanan Google’s Search dan Cloud," ujar Cheril.

