Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, INKP, INDY, TPIA, EXCL, dan NISP
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah terbatas, dengan diperkirakan bergerak di range 7.260-7.350 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni INKP, INDY, TPIA, EXCL, dan NISP.
“Sejalan dengan pelemahan bursa saham global, IHSG melemah 0,24% ke level 7.308,12 Jumat lalu. Meski demikian, Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 487 miliar di pasar reguler dengan 5 saham yang paling banyak dibeli yaitu BMRI, TPIA, BBCA, ASII, dan BBNI,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Senin (5/8/2024).
| Rekomendasi saham pada perdagangan hari ini, 5 Agustus 2024, dan indeks harga saham sejumlah bursa utama dunia Jumat lalu waktu setempat. Sumber: InvestasiKu. |
Baca Juga
Data Ekonomi AS Melemah, Harga Minyak Mentah Jatuh Lebih dari 3%
Di tengah pelemahan yang terjadi Jumat lalu, masih tersisa 3 sektor yang menguat yaitu energi, konsumen nonprimer, dan properti masing-masing dengan penurunan indeks harga sebesar 0,81%, 0,57%, dan 0,48%. Sebaliknya, sektor yang melemah paling signifikan yaitu transportasi sebesar 1,04%.
“Hari ini pasar domestik menanti rilis data pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) kuartal II-2024, yang diperkirakan masih berada di level 5%. Ini turun dari level 5,11% pada kuartal I-2024,” kata Head of Research Mega Capital Sekuritas ini.
Baca Juga
Harga Bitcoin Ambles 15% dan Ethereum Terjun 18% dalam Sepekan, Waktunya Serok?
Bursa Saham Global
Sementara itu, bursa saham global tercatat sell off pada Jumat lalu waktu setempagt. Di bursa saham Amerika Serikat, S&P500 tercatat di level terendah dalam 2 bulan. "Bursa saham AS, Eropa, dan Asia kompak melemah. Tren penguatan sektor teknologi AS mulai meredup, indeks Nasdaq memasuki tren negatif dan telah terkoreksi 10% dari level puncaknya pada Juli 2024," ucapnya.
Pasar mulai khawatir dengan pertumbuhan kecerdasan buatan. Ini terlebih biaya investasinya yang besar, di tengah kekhawatiran resesi ekonomi AS.
(Disclaimer on)

