Saham OCBC NISP (NISP) Direkomendasikan Beli, Simak Sejumlah Analisa Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank OCBC Indonesia Tbk (NISP) layak dipertahankan rekomendasi beli ditopang pertumbuhan organik dan anorganik secara prudent. Rekomendasi tersebut juga mempertimbangkan fokus perseroan untuk melanjutkan ekspansi segmen kredit ritel UKM, wealth management, dan pembiayaan bersama.
Baca Juga
Perseroan juga didukung perampungan akuisisi Commonwealth Bank yang diharapkan meningkatkan kemampuan wealth management perseroan dan memperkuat segmen pembiayaan bersama. Perseroan sebelumnya telah menandatangani sale and purchase agreement (SPA) dengan Commomwealth Bank of Australia untuk mengakuisisi sebanyak 99% saham PT Bank Commonwealth dengan perkiraan nilai transaksi Rp 2,2 triliun.
Trimegah Sekuritas juga menyebutkan bahwa NISP didukung likuiditas yang memadai dengan LDR mencapai 78,3% hingga September 2023 dan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 60% berasal dari segmen ritel. Perseroan juga didukung dengan manajemen kualitas aset yang hati-hati.
Terkait pertumbuhan kredit, analis Trimegah Sekuritas Adi Prabowo dan Jonathan Gunawan mengatakan, NISP berhasil mencatatkan peningkatan sejalan dengan pertumbuhan industry berksiar 9% hingga Oktober 2023. “Kami memperkirakan pertumbuhan kredit perseroan berada dalam ksiaran 9,7% tahun ini dan diharapkan meningkat menjadi 10,1% tahun depan,” terangnya.
Baca Juga
Bank OCBC NISP (NISP) Akuisisi Bank Commonwealth Rp 2,2 Triliun, Saham NISP Melesat
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekurtias untuk mempertahankan rekomendasi beli saham NISP dengan target harga Rp 1.600. Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan PBV sekitar 0,9 kali.
Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 3,83 triliun tahun ini dan menjadi Rp 4,34 triliun pada 2024, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 3,32 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan NISP

