Cek Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, BRIS, EXCL, ASSA, MBMA, dan MIKA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini berpotensi melemah, dengan indeks diperkirakan bergerak di range 6.823-6.900. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni BRIS, EXCL, ASSA, MBMA, dan MIKA.
Analis pasar modal Cheril Tanuwijaya mengatakan, Morgan Stanley menurunkan rating saham Indonesia. “IHSG (indeks harga saham gabungan) pada perdagangan Selasa, 11 Juni 2024, melemah 0,95% ke level 6.855,” ucapnya saat membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu di Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Kekhawatiran Penurunan Daya Beli
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini menjelaskan, pelemahan indeks itu juga sejalan dengan berlanjutnya tren koreksi harga di bursa regional Asia. Rilis data domestik berupa penjualan retail bulan Mei 2024 yang turun 2,7% yoy semakin membuat pelaku pasar khawatir akan penurunan daya beli di dalam negeri.
Dari 11 sektor, sektor industri mencatatkan pelemahan yang paling signifikan kermarin sebesar 2,45%. Ini disebabkan oleh pelemahan harga saham ASII sebesar 3,55% di level 4,350, yang merupakan level harga yang sama seperti di tahun 2020.
Baca Juga
Naik Rp 8.000, Harga Emas Antam Dibandrol Rp 1.338.000 per Gram
Pelemahan tersebut disebabkan rilis data penjualan mobil Indonesia Mei 2024 kembali melemah 13,30% yoy (previous 17,5%yoy). Data ini semakin membuat pelaku pasar khawatir akan kelanjutan kinerja ASII, setelah di kuartal I-2024 mencatatkan penurunan profitabilitas.
Investor asing juga mencatatkan aksi net sell yang besar Rp 1,17 triliun. Lima saham yang paling banyak dijual yaitu BBRI, BBCA, BBNI, ASII, dan TLKM.
Baca Juga
Bursa Global Melemah
Cheril juga menuturkan, bursa saham global melemah menanti pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed. "Mayoritas bursa saham global kompak mencatatkan pelemahan, menjelang rilis data inflasi AS periode Mei yang diperkirakan melambat, namun masih tinggi. Sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat hingga mencetak rekor harga tertinggi setelah saham Apple mengumumkan kerja sama dengan ChatGPT, untuk membuat berbagai fitur kecerdasan buatan pada perangkat Apple," ujarnya.
Hal ini diikuti pula oleh penguatan saham-saham teknologi yang lain. Hal ini seiring meningkatnya optimisme investor pada perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
"Sedangkan bursa Eropa kembali melanjutkan pelemahan. Ini seiring respons negatif pelaku pasar atas dilakukannya pemilu seketika di Prancis," paparnya.

