Emiten S&P 500 Lampaui Estimasi laba, Simak Rekomendasi Saham NCKL, TINS, SILO, CPIN, dan MBMA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi melemah, dengan indeks bergerak di 7.100-7.190. Pada perdagangan hari ini, Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni emiten mineral Trimegah Bangun Persada (NCKL), Timah (TINS), dan Merdeka Battery Materials (MBMA), sektor kesehatan Siloam Hospitals (SILO), serta barang konsumen primer Charoen Pokphand Indonesia (CPIN).
“IHSG pada perdagangan Selasa, 7 Mei 2024, melemah tipis 0,17% ke level 7.123. Pelemahan IHSG disebabkan oleh aksi profit taking menjelang libur panjang khususnya yang terjadi pada sektor-sektor yang mencatatkan penguatan di awal pekan, seperti keuangan, teknologi, dan properti,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga
Investor Cermati Arah Kebijakan The Fed, Imbal Hasil Treasury 10-Tahun Terkoreksi
Di tengah pergerakan IHSG yang konsolidasi, namun masih terdapat sektor-sektor yang mampu menguat. Ini seperti bahan baku dan energi yang masing-masing menguat 0,89% dan 0,24%.
Penguatan kedua sektor ini ditopang oleh penguatan harga komoditas
Logam dasar. Ini seperti emas, gas alam, dan nikel.
Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 714 miliar. Lima saham yang paling banyak dijual yaitu BBRI, BBCA, ASII, AKRA, dan JSMR.
Emiten S&P 500 Lampaui Estimasi laba
Head of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya ini juga membeberkan sentimen dari bursa utama dunia. Bursa global kemarin waktu setempat menguatan terbatas.
Setelah mencapai level tertinggi dalam 1 bulan terakhir, penguatan di bursa AS mulai terbatas. Musim rilis kinerja emiten yang baik masih menjadi sentimen positif. "Dari sekitar 80% anggota indeks S&P 500 yang rilis kinerja, 76,8% diantaranya melampaui estimasi laba. Sementara ity, Gubernur The Fed bagian Minneapolis Neel Kashkari pada Konferensi Global Milken Institute mengatakan keraguannya terhadap besaran pemangkasan suku bunga di tahun ini, menurutnya pemangkasan bisa saja dilakukan 2 kali atau bahkan tidak sama sekali, tergantung seberapa meyakinkan data inflasi turun," ujarnya.
Sedangkan bursa Eropa kembali melanjutkan penguatan, yang ditopang oleh sentimen positif hasil kinerja UBS Group AG. Grup perusahaan keuangan ini berhasil meraih laba, setelah merugi di 2 kuartal berturut-turut serta meraih perkembangan positif dalam proses integrasi dengan Credit Suisse.
Optimisme pemangkasan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) masih menjadi sentimen positif. Bahkan, indeks FTSE 100 Inggris berhasil mencetak rekor tertinggi baru di level 8.317, ditopang oleh saham-saham sensitif suku bunga.
Beralih ke Asia, penguatan relatif terbatas setelah rally yang terjadi dalam sepekan terakhir mulai dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking, sambil mencermati komentar para pejabat The Fed di pekan ini.
Baca Juga
Harga Mendadak Terbang 168%, Saham Ladangbaja (LABA) Disuspensi BEI

