Laba Lampaui Estimasi, Sejumlah Sekuritas Ini Pasang Rekomendasi 'Buy' Saham BTN (BBTN)
JAKARTA, investortrust.id – Pertumbuhan kinerja keuangan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sepanjang tahun 2023 hingga melampaui perkiraan menciptakan momentum pertumbuhan berlanjut hingga tahun ini. Apalagi di tengah peluang penurunan tingkat suku bunga.
Sedangkan harga saham BBTN kemarin atau saat rilis laporan keuangan ditutup melesat 8,36% menjadi Rp 1.360. Dengan harga tersebut, kinerja saham BBTN year to date (ytd) bertumbuh 8,8% dari Rp 1.250 menjadi Rp 1.360.
BTN membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 15% menjadi Rp 3,5 triliun tahun 2023. Peningkatan tersebut ditopang pertumbuhan kredit sebanyak 11,9% sepanjang tahun 2023 atau berada di atas pertumbuhan industry dalam kisaran 10,38%.
Baca Juga
Perseroan juga berhasil menekan NPL gross secara signifikan dari 3,4% menjadi 3%. Sedangkan CASA melesat 20,4% menjadi Rp 188 triliun. Hal ini menjadikan komposisi dana murah BTN meningkat menjadi 53,7% terhadap total DPK, dibandingkan tahun 2022 masih mencapai 48,5%.
Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengatakan, realisasi pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional BTN tahun lalu sudah melampaui estimasi. “Realisasi tersebut setara dengan 118% dari perkiraan kami dan mencapai 106% dari perkiraan consensus analis. Pertumbuhan tersebut didukung kenaikan kredit yang solid bersamaan dengan pelepasan aset bermasalah,” terangnya dalam riset yang diterbitkan, Selasa (13/2/2024).
RHB Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan perseoran mencetak lonjakan CASA. Menurut Andrey, lonjakan tersebut menggambarkan platform digital perseroan telah berjalan sesuai harapan yang memacu CASA. Apalagi jumlah pengguna telah meningkat drastis menjadi 1,1 juta pengguna dengan total tranasksi Rp 57,5 triliun tahun 2023.
Baca Juga
Bos BTN Beberkan Perkembangan Spin Off UUS, Ditargetan Rampung April 2024
Terkait pertumbuhan tahun 2024, dia mengatakan, terbuka peluang penguatan lebih lanjut. Hal ini didukung atas kebijakan insentif pembelian properti melalui diskon tarif PPN. Hal ini akan meningkatkan permintaan kredit kepemilikan rumah (KPR).
“Kami memperkirakan pertumbuhan akan terus berlanjut di tengah tren penurunan suku bunga dan berlanjutnya insentif sektor properti yang diharapkan berimbas terhadap peningkatan permintaan properti,” tulisnya.
Keberhasilan mencatatkan pertumbuhan laba di atas target dan peluang berlanjutnya pertumbuhan tahun ini mendorong RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.650.
Pandangan senada juga diungkapkan analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano. Menurut dia, , realisasi kinerja keuangan BTN sepanjang tahun 2023 telah melampaui estimasi. “Raihan pertumbuhan laba bersih sebanyak 15% menjadi Rp 3,5 triliun tersebut setara dengan 108% dari estimasi kami dan konsensus analis,” terangnya.
Baca Juga
Di Atas Rata-rata Industri, Pertumbuhan Kredit BTN (BBTN) Capai 11,9% di 2023
BRI Danareksa Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan perseoran menekan biaya kredit (Cost of credit) menjadi 1,2% tahun 2023, dibandingkan tahun 2022 sekitar 1,4% pada 2022. Begitu juga NPL turun menjadi 3% dari sebelumnya 3,4%. Hal ini didukung atas penjualan aset-aset bermasalah.
Begitu juga dengan pertumbuhan kredit mencapai 11,9% dipandang positif Danareksa Sekuritas. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang ditetapkan manajemen sekitar 10-11%. Sedangkan pertumbuhan kredit tahun ini diperkirakan moderat dalam kisaran 10-11%.
Perolehan laba hingga lampaui target juga disampaikan tim riset Trimegah Sekuritas. Menurut riset harian yang diterbitkan Trimegah Sekuritas, perolehan laba bersih tersebut telah melampaui target atau setara dengan 114,2% dari perkiraan Trimegah Sekuritas dan setara dengan 105,7% dari perkiraan consensus analis.
“Pertumbuhan pesat laba bersih tersebut didukung pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari perkiraan ditambah dengan inisiatif penjualan aset-aset bermasalah. Pertumbuhan juga didukung penurunan biaya provisi,” terangnya.
Baca Juga
BTN Syariah Cetak Lonjakan Laba 110,5%, Spin Off dan Merger Keharusan
Pertumbuhan, terang dia, juga didukung atas peningkatan kualitas aset yang ditunjukkan atas penurunan NPL gross perseroan menjadi 3%, dibandingkan tahun 2022 sekitar 3,4%. “Kami memperkirakan perseroan akan kembali mencatatkan penjualan aset senilai Rp 1 triliun tahun ini yang diharapkan berdampak terhadap lonjakan laba bersih 2024,” terang riset tersebut.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.600.
Kenaikan NIM
Sementara itu, analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra mengatakan, realisasi laba bersih BTN tahun 2023 telah melampaui konsensus analis. Lonjakan laba tersebut didukung pertumbuhan pesat kredit bersamaan dengan cana murah CASA.
“Kami memperkirakan pertumbuhan laba bersih perseroan bakal lebih pesat ke depan, seiring dengan ekspektasi pemangkasan tingkat suku bunga yang diharapkan berimbas terhadap peningkatan NIM tahun ini,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
BTN Catat Pembiayaan KPR Subsidi 4,05 Juta Unit Rumah Selama 74 Tahun Terakhir
Mandiri Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan BTN mempertahankan ROE sebesar 12,7%, meskipun tingkat suku bunga sedang tinggi. Begitu juga dengan keputusan perseroan untuk melepas aset-aset bermasalah.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.800.

