Genjot Dana Murah hingga Pertumbuhan Kredit, Tiga Sekuritas Pasang 'Buy' Saham BBTN
JAKARTA, investortrust.id – Langkah menggenjot dana murah guna menekan biaya dana bersamaan dengan pertumbuhan kredit yang kuat akan menjadikan faktor utama pendorong pertumbuhan kinerja keuangan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) ke depan.
Sedangkan kinerja keuangan perseroan sepanjang kuartal I-2024 bertumbuh solid dengan kenaikan laba bersih dan kredit masing-masing 7,4% dan 14,8%. Angka tersebut jauh di atas pertumbuhan bank papan atas untuk periode sama.
Analis Sinarmas Sekuritas Ivan Purnama Putera dan Arief Machrus mengatakan, BTN berhasil menunjukkan pertumbuhan solid pada kuartal I-2024 dengan kenaikan kredit pesat. Bahkan, realisasi pertumbuhan tersebut di atas perkiraan.
Baca Juga
CASA Naik 5,2%, Begini Strategi BBTN Kerek Dana Murah Lebih Besar
BTN membukukan peningkatan kredit sebanyak 14,8% pada kuartal I-2024 atau di atas estimasi sekitar 10-11% tahun ini. Pertumbuhan kuat didukung kenaikan permintaan kredit kepemilikan rumah (KPR) subsidi, non subsidi, hingga kredit korporasi.
“Pertumbuhan kuat ini bisa dicapai setelah perseroan memperluas fokus penyaluran kredit yang berkaitan dengan sektor perumahan dengan menyasar yield kredit yang lebih tinggi,” terangnaya dalam riset tersebut.
Selain itu, Sinarmas Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap upaya BBTN untuk focus menekan biaya dana dengan strategi mengurangi porsi dana berbunga tinggi terhadap total dana perseroan. “Dengan upaya agresif menekan biaya dana ke tingkat yang lebih rendah diharapkan laba perseroan akan bertumbuh lebih kuat ke depan,” tulisnya.
Pergerakan Saham BBTN dalam Setahun
Saat ini, BBTN tengah mengambil inisiatif untuk menekan biaya dana ini dengan menawarkan sejumlah skema bunga untuk simpanan nasabah dengan harapan bisa berimbas terhadap margin bunga bersih (NIM). Perseroan juga mempergencar peningkatan pendapatan fee based untuk mengonvensasi kenaikan biaya dana.
Sinarmas Skeuritas juga memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan BTN dalam meningkatkan kualitas kredit yang ditunjukkan perbaikan NPL menjadi 3% pada kuartal I-2024. Penurunan ini diperkirakan berlanjut terus turun sejalan dengan rencana pelepasan aset-aset bermasalah dengan total Rp 2 triliun akhir tahun ini.
Baca Juga
BBTN Bidik Pertumbuhan Kredit dan Laba Double Digit di Tahun Ini
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi add saham BBTN dengan target harga Rp 1.500. Targe tersebut merefleksikan perkiraan rasio PB sekitar 0,7 kali tahun 2025.
Target tersebut juga mempertimbangkan ekspektasi peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 14,28 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 13,62 triliun. Begitu juga dengan PPOP diharapkan naik dari Rp 8,23 triliun menjadiR p 9,01 triliun.
Paling Diuntungkan
Sementara itu, analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya justru merevisi naik target harga saham BBTN dari Rp 1.650 menjadi Rp 2.050. Target tersebut mempertimbangkan sejumlah program pemerintahan mendatang yang justru menguntungkan BTN.
“BTN diperkirakan menjadi bank yang paling diuntungkan atas kebijakan pemerintah baru mendatang terkait penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tulisnya dalam riset tersebut.
RHBS Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 3,8 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 3,50 triliun. Laba tersebut diperkirakan bertumbuh makin kuat tahun 2025 dengan target Rp 4,33 triliun.
Baca Juga
Prospek kuat atas saham BBTN sebelumnya telah diberikan CGS CIMB Sekuritas. Sekuritas asing ini mempertahankan rekomendasi add saham BBTN dengan target harga Rp 1.850. Faktor utama pendorong target harga tersebut adalah realisasi kinerja keuangan BTN kuartal I yang kuat ditambah dengan upaya perseroan untuk terus menekan biaya dana guna mengerek NIM.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan target kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 3,78 triliun tahun 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 3,50 triliun. PPOP perseroan juga diharakan naik menjadi Rp 8,59 triliun, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 7,22 triliun.
Hingga Maret 2024, BTN Berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebanyak 7,4% dari Rp 801 miliar menjadi Rp 860 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan total pendapatan dari Rp 3,99 triliun menjadi Rp 4,23 triliun. Begitu juga dengan PPOP naik dari 1,76 triliun menjadi Rp 1,81 triliun.
Baca Juga
FLPP Sudah Kurang Relevan, BBTN Usulkan Skema Baru. Apa Itu?
Kenaikan kinerja keuangan yang kuat ini didukung pertumbuhan kredit mencapai 14,8% pada kuartal I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut juga menunjukkan peningkatan 3,2% dari kuartal IV-2023.
Selain pertumbuhan kredit, BTN berhasil menunjukkan perbaikan lainnya, seperti biaya kredit (CoC) turun dari 1,05% pada kuartal I-2023 menjadi 0,80%. LAR turun dari 24,18% menjadi 21,60%, NPL turun dari 3,54% menjadi 3%, dan CAR turun dari 21,21% menjadi 19%.

