Harga Nikel Diprediksi Perlahan Membaik, Simak Target Saham INCO, MBMA, NCKL, dan ANTM
JAKARTA, investortrust.id – Transasi energi ramah lingkungan menjadi penopang pertumbuhan permintaan nikel untuk produksi baterai mobil listrik. Permintaan nikel juga didukung ekspkpektasi pemulihan pasar properti China dengan ekspektasi mengerek permintaan besi nirkarat (stainless steel).
Analis Sinarmas Sekuritas Inav Haria Chandra mengatakan, peningkatan volume produksi baterai kendaraan listrik dan peluang peningkatan permintaan baja nirkarat untuk segmen properti diharapkan mengurangi surplus produksi nikel dunia.
Baca Juga
Target Saham ANTM dan INCO Dipangkas, Mirae Masih Rekomendasikan Beli
Meski demikian, dia mengatakan, surplus produksi nikel dunia diprediksi tak terhindarkan dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini dipicu atas penambahan kapasitas produksi smelter yang mulai produksi tahun ini. Yang jelas, saat ini permintaan nikel masih menunjukkan penurunan, meski pemerintah telah meluncurkan insentif penjualan properti.
Terkait harga jual nikel, dia mengatakan, berpotensi menguat didukung upaya sejumlah negara untuk menstabilkan pasar properti, seperti yang telah dilakukan China dan Indonesia. Peluang kenaikan harga juga didukung mulai bangkit perlahan-lahan sektor infrastruktur China.
Baca Juga
Sinarmas Sekuritas mempertahankan harga acuan nikel LME senilai US$ 20 ribu per ton pada kuartal I-2024. Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham emiten sektor nikel dengan pilihan teratas saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.600.
Sinarmas Sekuritas juga merekomendasikan beli saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan target harga Rp 545, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dengan target harga Rp 975. Sedangkan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) direkomendasikan hold dengan target harga Rp 1.650.
Target Harga Saham Nikel

