Enam Saham Emiten Logam Ini Direkomendasikan Beli, Pilihan Teratas TINS dan NCKL
JAKARTA, investortrust.id – Performa emiten logam sepanjang kuartal II tahun ini diperkirakan bertumbuh pesat, seiring dengan kenaikan harga jual komoditas timah, tembaga, emas, dan nikel. Sedangkan paruh kedua tahun ini diperkirakan cenderung stagnan didukung inventori bakal meningkat akibat normalmnya permintaan besi nirkarat.
Berdasarkan data harga jual tumah menguat 23% sepanjang kaurtal II-2024. Begitu juga dengan tembaga naik 16%, komoditas emas menguat 13%, dan nikel naik hingga 11%, dibandingkan kuartal sebelumnya. Kinerja keuangan kuat juga didukung peningkatan volume produksi dan penjualan.
Baca Juga
“Kami mengantisipasi pertumbuhan pendapatan emiten logam kuartal II akan sesuai dengan estimasi, yaitu rata-rata pertumbuhan 33%, dibandingkan periode sama tahun lalu dan bertumbuh 18% dari kuartal ke kuartal. Diproyeksikan rata-rata pendapatan merefleksikan 50-51% dari target tahun ini,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Target Saham Emiten Logam
Sumber: BRI Danreksa Sekuritas
Sedangkan emiten dengan pertumbuhan laba paling pesat diperkirakan datang dari tiga emiten ini, yaitu PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Laba bersih TINS diharapkan capai Rp 370 miliar kuartal II didukung biaya yang stabil bersamaan dengan kenaikan harga jual timah.
Begitu juga dengan laba bersih ANTM diharapkan melsat ditopang peningkatan volume penjualan bijih nikel dan peningkatan penjualan FeNI. Begitu juga dengan INCO diharapkan cetak pertumbuhan margin cash didukung kenaikan harga LME.
Baca Juga
Harita Nickel (NCKL) Tebar Dividen Jumbo Rp 1,6 Triliun, Cek Tanggal Penting Ini
Sedangkan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) diproyeksikan mencetak laba bersih moderat pada kuartal II tahun ini. “Kami memperkirakan laba bersih TINS, ANTM, dan INCO masing-masing mencapai 69%,59%, dan 33% dari target consensus tahun ini. Begitu juga dengan MBMA dan MDKA diharapkan mengalami peningkatan,” terangnya.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk memeprtahankan overweight saham emiten logam dengan pilihan teratas saham NCKL. Target harga tersebut juga mempertimbangkan pasar nikel pada paruh kedua tahun ini mendatar.
Grafik Saham

