Simak Rekomendasi Saham Hari Ini MDKA, ADMR, BRIS, TKIM, dan PWON
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi menguat, dengan pergerakan di range 7.190-7.100. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Merdeka Copper Gold (MDKA) yang memproduksi emas, emiten batu bara Adaro Minerals Indonesia (ADMR), Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM), Bank Syariah Indonesia (BRIS), dan perusahaan properti Pakuwon Jati (PWON).
“Harga acuan emas naik lebih dari 1% pada Senin kemarin. Ini seiring dengan melemahnya dolar AS, imbas data pekerjaan AS terbaru yang menunjukan indikasi pelemahan,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (7/5/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Naik Rp 8.000 Menjadi Rp 1.318.000 per Gram
Head of research Mega Capital Sekuritas ini menambahkan, penguatan harga emas juga mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik yang masih belum usai di Timur Tengah, dengan adanya operasi militer Israel di Rafah. Hal itu menambah ketidakpastian pasar dan membuat investor cenderung memilih emas sebagai safe heaven. Harga emas di pasar spot kemarin ditutup naik 0,96% menjadi US$ 2.323,99 per ounce.
Bursa Global
Cheril juga memaparkan perkembangan bursa saham global yang kompak melanjutkan penguatan kemarin waktu setempat. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed masih menjadi penopang penguatan bursa saham global.
"Bahkan, probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed sudah mencapai 75%, dari hari sebelumnya di 49% untuk 25 bps pemangkasan di September 2024," ucapnya.
Selain sentimen positif dari The Fed, indeks-indeks saham utama Amerika Serikat mencatatkan masa rally terbaik selama tahun ini, ditopang rilis kinerja emiten yang bagus.
Baca Juga
Di Zona Eropa, inflasi periode Maret lalu mencatatkan pelemahan, baik secara bulanan maupun tahunan. Penurunan data ini direspons positif oleh bursa saham Eropa.
Di Asia, PMI Jasa Caixin Tiongkok periode April 2024 masih ekspansif, meski melemah ke 52,5 dari sebelumnya pada Maret 52,7. Aktiivitas jasa kembali ekspansif selama 16 bulan berturut-turut, dengan ditopang oleh pertumbuhan bisnis baru dan kenaikan optimisme pelaku usaha.

