Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, BRIS, PWON, ELSA, AMRT, dan EXCL
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah, dengan indeks diperkirakan bergerak di range 7.200-7.290 hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni BRIS, PWON, ELSA, AMRT, dan EXCL.
“Sejalan dengan penguatan di bursa regional Asia, IHSG kemarin menguat 0,26% ke level 7.269. Sebelumnya, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.302,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Baca Juga
Harga Minyak Turun Lebih dari 1% Seiring Pulihnya Infrastruktur Gulf Coast
Cheril mengatakan, kemarin, Investor asing konsisten melanjutkan akumulasi net buy harian sebesar Rp 166 miliar di pasar regular. Lima saham yang paling banyak dibeli yaitu BBCA, BBRI, BMRI, AMMN, dan ADRO.
“Sentimen positif turut menjadi penopang penguatan IHSG yaitu rilis data penjualan mobil yang naik 2,28% month on month di bulan Juni,” ucapnya.
Penjualan ritel bulan Mei 2024 juga naik 2,1% year on year, membaik dari bulan sebelumnya yang terkontraksi 2,7% yoy. Kenaikan penjualan ritel bulan Mei menjadi kenaikan yang keempat di tahun ini, didukung oleh program bantuan langsung tunai dari pemerintah.
Baca Juga
Yield Obligasi Pemerintah AS Melonjak Setelah Pernyataan Powell
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini menjelaskan, secara sektoral, penguatan IHSG kemarin ditopang oleh sektor keuangan dan industrial. Indeks harga sahamnya menguat masing-masing 1,44% dan 1,10%. Sebaliknya, aksi jual justru terjadi pada sektor kesehatan yang indeksnya melemah 1,28%.
Bursa Saham Konsolidasi
Sementara itu, bursa saham global terkonsolidasi, seiring kemarin Investor menanti komentar lanjutan Ketua The Fed Jerome Powell. Bursa Amerika Serikat ditutup variatif, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq sempat mencetak rekor harga tertinggi.
"Pada pertemuan Komite Perbankan DPD AS (Senate Banking Committee), Ketua The Fed Jerome Powell memberikan komentar yang cenderung netral. Pasalnya Powell mengakui perkembangan yang signifikan pada pasar tenaga kerja AS dan status ekonomi AS tidak lagi overheated, namun ia ingin melihat perkembangan data inflasi yang lebih baik. Powell turut memperingati bahwa risiko bukan hanya pada inflasi, melainkan ada pada ketepatan dalam menahan atau memangkas suku bunga agar tidak merusak perekonomian AS," paparnya.
Bursa Asia juga kompak kemarin melanjutkan penguatan. Hal ini ditopang oleh ekspektasi kenaikan inflasi Tiongkok periode Juni yang akan rilis Rabu pagi ini.
(Disclaimer on)

