Saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI Cetak ATH dan Diborong Asing, Ternyata Ini Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – Lompatan harga empat saham bank papan atas berhasil hingga cetak level tertinggi baru (all time high/ATH) sepanjang masa pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/2/2024) didukung derasnya aliran dana asing (capital inflow).
Empat bank tersebut terdiri atas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Lompatan harga empat bank tersebut berimbas terhadap lonjakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, lompatan harga saham empat bank tersebut didukung derasnya aliran dana asing. Hal ini ditopang faktor fundamental bank tersebut yang kuat dan solid serta potensi dividen yang diraih ke depan.
Baca Juga
Top! BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI Kompak ATH, Market Cap Kian Menggunung
“Sektor bank sedang bagu dilihat dari sisi ROE, ROA, maupun ROI. Untuk bank KMBI IV tahun ini masih bisa performing well. Karena ini juga ditopang kinerja pertumbuhan kredit konsumer, di mana ekonomi Indonesia diproyeksikan stabil di kisaran 5%, didukung konsumsi domestik,” ujarnya kepada investortrust.id di Jakarta, Senin (12/2/2024).
Berbagai faktor tersebut, terang dia, memicu lonjakan capital inflow di pasar modal Indonesia, khususnya saham bank papan atas. Berdasarkan data aliran dana asing sejak awal tahun hingga kini masih terus mengucur.
Sedangkan dari sisi pemilu, dia mengatakan, diprediksi berjalan dengan baik, sehingga tercipta stabilitas politik dan keamanan yang memberikan stimulus bagi ekonomi domestik dan menarik minat investor asing masuk saham bank. Pengalaman ini sama seperti IHSG tahun 2024 yang melesat juga didukung penguatan saham sektor bank.
Baca Juga
Setelah Berduet Tembus ATH, BBRI Menuju 6.600, BMRI ke 7.300
Penguatan harga saham bank, terang dia, juga didukung laba emiten yang kuat tahun lalu yang diharapkan berimbas terhadap peningkatan dividen yang bakal diraup investor. “Dengan adanya dividen, bisa memberi pemanis bagi pelaku pasar untuk terus mengakumulasi saham bank,” terangnya.
Meski saham bank sudah cetak ATH, Nafan Aji Gustatetap optimistis terhadap penguatan lebih lanjut saham tersebut. Dirinya menargetkan saham BBCA menuju level Rp 10.450, saham BBNI menuju level Rp 6.150, saham BBRI dengan target harga Rp 6.675, dan saham BMRI diperkirakan level Rp 7.125.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI hari ini, penguatan tertinggi dicatatkan saham BBRI dengan kenaikan Rp 175 (2,99) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 6.025. Dengan demikian 2024 berjalan atau year to date (ytd), saham BBRI telah melesat dari Rp 5.725 menjadi Rp 6.025 atau naik 5,24%.
Baca Juga
Baru Berjalan Sebulan Lebih, Net Buy Asing Capai Rp 12,37 Triliun
Saham BMRI torehkan penguatan Rp 150 (2,16%) menjadi Rp 7.100. Dengan demikian penguatan saham BMRI year to date (ytd) telah mencapai 17,35% dari Rp 6.050 menjadi Rp 7.100.
Saham BBNI melambung sebanyak Rp 200 (3,48%) menjadi Rp 5.950. Dengan demikian saham bank pelat merah nomor tig aini telah melesat ytd sebanyak 10,69% dari Rp 5.375 menjadi Rp 5.950.
Terakhir saham BBCA melesat Rp 100 (1,03%) menjadi Rp 9.800. Dengan demikian penguatan saham bank kapitalisasi pasar terbesar ini telah mencapai 4,25% ytd dari Rp 9.400 menjadi Rp 9.800.

