Pasar Dibayangi Data Inflasi AS, Cek Strategi Investasi Obligasi Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah agenda finansial skala global patut penjadi perhatian pelaku pasar obligasi pekan ini, periode 25 – 29 September 2023.
Analis Obligasi PT Samuel Sekuritas Indonesia, Lionel Priyadi mengatakan, diantara sejumlah agenda finansial pekan ini, perhatian pelaku pasar global akan fokus pada rilis data inflasi PCE AS yang diagendakan Jumat, (29/9/2023)
“Laju inflasi inti bulanan AS diperkirakan berada di rentang 0,2-0,3% mom serta inflasi CPI zona Euro untuk mengkonfirmasi keputusan ECB menghentikan kenaikan suku bunga acuan hingga kuartal III-2024,” papar Lionel dalam riset yang diterbitkan Senin, (25/9/2023).
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Hari Ini: Beli dan Jual Turun Rp 1.000
Selain itu, kabar seputar Federal Open Market Committee terbaru terkait kebijakan hawkish membentuk target yield surat utang jangka panjang AS (10Y UST) di level 4,5%-4.6% juga akan memengaruhi pelaku pasar.
Baca Juga
Emiten Prajogo Pangestu (CUAN) Ungkap Dampak Bisnis Pasca Akuisisi Anak Usaha INDY Rp 3,35 T
Untuk itu, Lionel merekomendasikan investor obligasi untuk menerapkan strategi buy and hold atas obligasi Surat Berharga Negara (SBN) dan korporasi berkupon bunga tinggi (≥7%) sebagai alternatif bagi strategi shifting dari tenor panjang (10 tahun) dan menengah (5 tahun) ke tenor pendek (2 tahun).
“Sementara di dalam negeri, kami memprediksi siklus pemangkasan suku bunga BI dan pergerakan yield 10Y INDOGB akan lebih landai (flattish) di 2024 (turun 50 bps ke 5,25% untuk 7DRRR dan rentang yield 10Y di 6,4-6,6%) akibat pergeseran posisi kebijakan The Fed yang semakin hawkish,” ujarnya.

