Manulife Sebut Data Inflasi AS Jadi Penyebab Pasar Obligasi Melemah
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pasar obligasi turut anjlok usai pasar saham domestik yang juga melemah di tengah tekanan pasar saham global. Menurut data OJK, indeks pasar obligasi ICBI melemah 0,33% year to date ke level 373,4.
Portfolio Manager Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Laras Febriany mengatakan, pemicu utama adanya pelemahan tersebut adalah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari ekspektasi, di mana inflasi umum AS cenderung meningkat di periode Januari hingga Maret 2024.
Sehingga, hal ini dinilai berimbas pada The Fed yang mengindikasikan bahwa dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk meyakinkan bahwa inflasi domestik AS yang sudah dalam tren penurunan, sebelum memulai pemangkasan suku bunga acuan.
Baca Juga
“Kondisi ini sempat meningkatkan volatilitas di pasar saham, obligasi, dan mata uang secara global, Asia, hingga Indonesia, yang kemudian mendorong pasar untuk menyesuaikan kembali ekspektasinya terkait suku bunga,” tulis Laras dalam riset Seeking Alpha Edisi Mei 2024 dari PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dikutip Minggu (26/5/2024).
Kendati demikian, Laras mengatakan, The Fed telah mengemukakan bahwa walaupun suku bunga belum akan turun secepat ekspektasi pasar sebelumnya, potensi kenaikan lebih lanjut sangat kecil. Sehingga, masih terdapat kemungkinan bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga, walaupun waktunya belum ditentukan.
Baca Juga
“Hal ini dapat dipahami karena sebenarnya mayoritas komponen inflasi AS telah mereda, kecuali komponen shelter dan transportasi yang memang masih cukup tinggi,” tuturnya.

