Penjualan Anjlok, Latinusa (NIKL) Berbalik Merugi 2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) atau Latinusa membukukan penurunan penjualan menjadi US$ 171,08 juta pada 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 255,34 juta. Penurunan tersebut membuat perseroan merugi sepanjang 2023.
Baca Juga
OJK: Net Buy Rp 20 Triliun, Pasar Saham RI Menguat di Tengah Tekanan Global
Manajemen NIKL melalui rilis laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/2/2024) menyebutkan, penurunan pendapatan tersebut berimbas terhadap pelemahan dalam laba bruto perseroan dari semula US$ 19,59 juta menjadi US$ 1,58 juta.
Penurunan tersebut membuat perseroan berbali menjadi rugi tahun berjalan US$ 3,66 juta pada 2023, dibandingkan tahun 2022 dengan laba tahun berjalan US$ 7,12 juta.
Baca Juga
CGS CIMB Sekuritas: Saham BMRI dan BBRI Pilihan Utama Investor Asing
Sedangkan berdasarkan data registrasi pemegang saham, Nippon Steel Corporation menjadi pengendali dengan kepemilikan 35% saham NIKL bersama dengan Metal One Corporation 5%, dan Mitsui & Co Ltd menguasai 10%. Sedangkan PT Krakatau Steel menguasai 20,1% saham NIKL.

