IHSG Sesi I Anjlok 68,65 poin, Saham MITI, NIKL, dan DGNS
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (15/3/2024), ditutup anjlok 68,65 poin (0,92%) menjadi 7.364,65. Pelemahan dipicu aksi ambil untung (profit taking) dengan rentang pergerakan 7.360,15-7.440,79 dengan nilai transaksi Rp 5,12 triliun.
Penurunan indeks dipengaruhi koreksi sebagian besar sektor saham, yaitu saham sektor material 1,36%, sektor keuangan 1,01%, sektor infrastruktur 0,79%, sektor properti 0,43%, dan saham sektor consumer primer 0,34%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor transportasi 1,34% dan sektor kesehatan 0,55%.
Meski IHSG terkoreksi akibat aksi ambil untung (profit taking), yaitu saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) melesat hingga auto reject atas (ARA) naik Rp 52 (33,77%) menjadi Rp 206.
Baca Juga
Tumbuh 62%, Spindo (ISSP) Bukukan Laba Rp 498 Miliar Tahun 2023
Penguatan juga melanda saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik Rp 100 (23,26%) menjadi Rp 530, PT Diagnos Lantoratorium Utama Tbk (DGNS) naik Rp 56 (15,38%) menjadi Rp 420, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) menguat Rp 225 (13,08%) menjadi Rp 1.945, dan PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) naik Rp 17 (10,69%) menjadi Rp 176.
Sebaliknya pelemahan melanda beberapa saham beriktu, yaitu saham PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), PT Pulau Subur Tbk (PTPS), dan PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA).
Kemarin, IHSG kembali ditutup menguat 12,11 poin (0,16%) ke level tertinggi baru (all time high/ATH) 7.433,32. Pemodal asing kembali cetak pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,92 triliun di seluruh pasar.
Baca Juga
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 543,25 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 469,29 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 208,68 miliar.
Bursa saham Wall Street semalam dilanda aksi jual yang memciu penurunan Dow Jones sebanyak 0,35%. Penurunan juga melanda indeks Nasdaq sbeanyak 0,30% dan indeks S&P500 melemah 029%.

