Suspensi Saham Latinusa (NIKL) Dibuka, Pantau Pergerakannya
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspend) perdagangan saham PT Pelat Timah Nusanatara Tbk (NIKL) atau Latinusa mulai sesi I, Selasa (19/3/2024).
“Perdagangan saham NIKL di pasar regular dan tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I pada 19 Maret 2024,” Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A melalui pengumuman resminya di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
BEI kemarin menghentikan sementara perdagangan saham NIKL dipicu atas lompatan harga saham tersebut sepanjang pekan lalu. Data BEI menyebutkan bahwa saham NIKL melesat dari level Rp 276 menjadi Rp 520 atau naik 88,41%. Bahkan, NIKL tercatat sebagai saham paling cuan sepanjang pekan lalu.
Terkait lompatan harga saham tersebut, Manajemen NIKL dalam penjelesan resminya di BEI pekan lalu menyebutkan, belum ada informasi maupun material penting yang dapat mempengaruhi nilai efek NIKL.
Manajemen NIKL juga menyebutkan bahwa belum ada kejadian penting yang material dapat mempengaruhi harga saham peresroan, termasuk mempengaruhi kelanjutan usaha.
Hingga akhir 2023, Latinusa (NIKL) membukukan penurunan penjualan menjadi US$ 171,08 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 255,34 juta. Penurunan tersebut memicu perseroan berbalik menjadi rugi tahun berjalan US$ 3,66 juta pada 2023, dibandingkan tahun 2022 dengan laba tahun berjalan US$ 7,12 juta.
Baca Juga
NIKL merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi tinplate berkualitas tinggi. Perusahaan ini dikendalikan Nippon Steel Corporation dengan kepemilikan 35%, Mitsui & Co Ltd sebanyak 10%, dan Metal One Corporation mencapai 5%. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) juga menggenggam sebanyak 20,1% saham NIKL.

