Sentuh Rekor Tertinggi hingga Lompatan Saham Bank, Begini Pergerakan IHSG Kuartal I-2024
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang kuartal I-2024 berhasil mencatatkan kenaikan 0,22% dari 7.272,79 menjadi 7.288. Sedangkan kapitalisasi pasar (market cap) meningkat menjadi Rp 11.692 triliun
Bahkan, IHSG sempat menyentuh rekor penutupan tertinggi baru sepanjang masa 7.433,31 pada 14 Maret 2024. Namun pada perdagangan hari terakhir sebelum libur panjang lebaran, IHSG berada di level 7.286,88 atau berada di bawah level penutupan akhir kuartal I-2024.
Baca Juga
Lebaran Jangan Jadikan Pembiaran Lonjakan Harga Pangan (Seri 4 dari 10 Tulisan)
Berdasarkan data BEI, penguatan indeks kuartal I-2024 didukung penguatan sejumlah saham kapitalisasi pasar besar, seperti saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Sebaliknya lima saham penekan pergerakan indeks sepanjang kuartal I-2024 didonominasi saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
BEI juga mencatatkan kenaikan rata-rata transaksi harian menjadi Rp 10,79 triliun per hari pada kuartal I-2024, dibandingkan rata-rata transaksi harian Rp 10,74 triliun per hari. Angka tersebut masih di bawha rata-rata transaksi harian tahun 2022 senilai Rp 14,70 tirliun per hari.
Baca Juga
Sedangkan pada perdagangan saham di BEI, Jumat (5/4/2024), IHSG ditutup menguat 32,48 poin (0,45%) menjadi 7.286,88. Pergerakan IHSG beradal dalam rentang 7.239,27-7.298,86 dengan nilai transaksi Rp 7,46 triliun.
Penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor infrastruktur 1,70%, sektor energi 0,86%, sektor kesehatan 0,62%, dan sektor material dasar 0,34%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi 0,66%, sektor keuangan 0,27%, sektor properti 0,39%, dan sektor non konsumer primer 0,48%.
