Lompatan Saham Bank BUMN Kerek IHSG Sesi I ke 7.202, Tertinggi Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (21/1/2025), ditutup melesat 31,75 poin (0,44%) menjadi 7.202,49. Penguatan terdorong kenaikan sejumlah saham BUMN, khususnya bank pelat merah.
Secara sectoral, pengatutan indeks didukung kenaikan saham sektor keuangan 0,79%, sektor sektor energi 0,39%, sektor consumer non primer 0,59%, sektor kesehatan 0,68%, dan sektor transportasi 0,14%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor property, industry, consumer primer, dan teknologi.
Baca Juga
IHSG Lanjutkan Penguatan hingga Saham Bank BUMN Diburu, Efek Pelantikan Trump?
Saham Bank BUMN ikut menopang penguatan indeks, seperti saham BBRI melesat 3,32% menjadi Rp 4.360, BBNI naik 4,11% menjadi Rp 4.810, BMRI menguat 2,50% menjadi Rp 6.150, BRIS naik lebih tinggi 5,42% menjadi Rp 2.920, dan BBTN menguat 1,37% menjadi Rp 1.110.
Di tengah berlanjutnya rebound IHSG, saham PT Remala Abadi TbK (DATA) kembali dibuka melesat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 24,99% menjadi Rp 1.530. Lompatan terjadi setelah Grup Djarum mengumumkan negosiasi akuisisi mayoritas saham DATA.
ARA juga melanda saham PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) sebanyak 24,81% menjadi Rp 3.370, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) naik 24,85% menjadi Rp 1.030, dan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) naik 24,37% menjadi Rp 740. Penguatan juga melanda saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO) sebanyak 22,90% menjadi Rp 161 dan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO).
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Pudjiadi & Sons TbK (PNSE), PT Victoria Investama Tbk (VICO), PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN), dan PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC).
Baca Juga
Bank Raya (AGRO) Ungkap Realisasikan Buyback Saham, Nilainya Segini
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 16,08 poin (0,22%) menjadi 7.170,74 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 317,01 miliar. Meski demikian, tiga saham bank ini justru diborong asing, seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 356,40 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 39,02 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 32,54 miliar.
Penguatan tersebut terdorong kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 1,18%, sektor teknologi 1,20%, sektor energi 0,91%, sektor keuangan 0,69%, sektor consumer primer 0,67%, dan sektor transportasi 0,65%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry 0,74%, sektor consumer non primer 0,88%, dan sektor kesehatan 0,43%.
Grafik Saham Bank BUMN

