Lompatan Harga Minyak Dunia Kerek Sejumlah Saham Berikut, MEDC Teratas
JAKARTA, Investortrust.id – Berkat lompatan harga minyak global menjadikan saham emiten minyak dan gas (migas) PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melesat pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/9/2023).
Penguatan juga berimbas terhadap saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) selaku emiten penyalur bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia. Begitu juga dengan saham PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa kontraktor migas, ini mencatatkan penguatan.
Baca Juga
Saham Perusahaan Minyak Terkerek Saat Pasar Eropa Terkoreksi
Berdasarkan data BEI, penguatan melanda saham ENRGI dengan kenaikan Rp 12 (4,48%) menjadi Rp 280 hingga pukul 10.00 WIB. Sedangkan saham MEDC tercatat sebagai saham dengan penugatan tertinggi sebanyak Rp 65 (5,18%) menjadi Rp 1.320.
Kondisi serupa melanda saham ELSA dengan penguatan Rp 10 (2,45%) menjadi Rp 418 dan saham AKRA melambung Rp 50 (3,41%) menjadi Rp 1.515.
Baca Juga
Saat Harga Nikel Stabil, Analis Ini Pilih Saham MBMA dan NCKL, Berikut Alasannya
Penguatan tersebut menjadikan indeks saham energi menjadi motor penopang indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI di sesi I ini. Kenaikan saham sektor ini mencapai 1,56% atau tertinggi di antara indeks sektor lainnya.
Penguatan harga minyak tersebut didukung keputusan produsen minyak dunia Arab Saudi memperpanjang penurunan produksi minyak mentah sukarela sebanyak 1 juta barel per hari hingga akhir tahun.Pengurangan ini, akan membuat produksi minyak mentah Saudi turun menjadi hanya mendekati 9 juta barel per hari selama bulan Oktober, November dan Desember dan akan ditinjau setiap bulan.
Pemotongan tersebut menambah 1,66 juta barel per hari penurunan produksi minyak mentah sukarela lainnya yang telah dilakukan beberapa anggota OPEC hingga akhir tahun 2024. Pemotongan tersebut digambarkan sebagai tindakan sukarela karena berada di luar kebijakan resmi OPEC+, yang mewajibkan setiap anggotanya untuk mendapat bagian kuota produksi.
Baca Juga
Rusia, yang bergabung dengan negara-negara OPEC dalam koalisi OPEC+ , juga berjanji untuk mengurangi ekspor secara sukarela hingga 500.000 barel per hari pada Agustus dan 300.000 barel per hari pada September.
Kondisi tersebut membuat kontrak berjangka ICE Brent dengan pengiriman November naik $1,07 per barel menjadi $90,07 per barel pada pukul 14:13 waktu London, atau 09:13 di New York, dengan WTI berjangka lebih tinggi $1,40 per barel menjadi $86,95 per barel.

