Cuan Rp 96 Triliun dari BREN, Saham Barito (BRPT) malah Turun, Kok Bisa?
JAKARTA, Investortrust.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) telah meraup cuan jumbo mencapai Rp 96,03 triliun dari lonjakan harga saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) sebanyak 142,30 % dalam empat hari terakhir. Sedangkan nilai kepemilikan perseroan atas saham BREN melambung menjadi Rp 163,51 triliun.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Kamis (12/10/2023), saham BREN dibuka langsung melesat ARA dengan kenaikan Rp 375 (24,75%) menjadi Rp 1.890. Penguatan hingga ARA tersebut merupakan hari keempat bagi perseroan setelah listing perdana saham pada Senin (9/10/2023).
Baca Juga
Cetak ARA, Market Cap Barito Renewable (BREN) Geser Chandra Asri (TPIA) dan Astra (ASII)
Perseroan sebelumnya menuntaskan IPO dengan harga pelaksanaan Rp 780 per saham, sehingga total kenaikan harga saham BREN setelah tercatat di BEI mencapai 142,30%. Begitu juga dengan market cap BREN melesat ke Rp 252,85 triliun dengan kedudukan sebagai emiten terbesar ketujuh di BEI.
Sedangkan berdasarkan data, BRPT tercatat sebagai pemegang mayoritas BREN dengan kepemilikan 86,51 miliar (64,67%) saham, sehingga dengan cuan yang telah dicetak Rp 1.110 per saham, perseroan telah meraup keuntungan dari saham BREN senilai Rp 96,03 triliun hingga hari ini.
Meski meraup keuntungan dari BREN sebanyak Rp 96,03 triliun dalam empat hari terakhir, pergerakan harga saham BRPT justru cenderung turun terhitung sejak listing perdanan BREN hingga hari ini.
Baca Juga
Jelang IPO Saham Barito Renewable, Target Harga Saham Barito (BRPT) Direvisi Naik
Data BEI mengungkap, saham BRPT telah melorot 11,43% dari level Rp 1.355 menjadi sekitar Rp 1.200 dalam empat hari terakhir. Penurunan harga tersebut menjadikan nilai kekayaan Prajogo Pangestu dari BRPT ikut turun. Sebagaiman diketahui Prajogo bertindak sebagai pemegang saham terbesar saham tersebut.
aTerkait kinerja keuangan BRPT hingga semester I-2023, pendapatan turun dari US$ 1,61 miliar menjadi US$ 137 miliar. Meski turun perseroan berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk daru US$ 8,84 juta menjadi US$ 30,36 juta.

