Cuan dari BREN Terus Bertambah, Aneh Saham Barito (BRPT) Malah Lanjut Koreksi
JAKARTA, Investortrust.id – Penurunan harga saham PT Barito Pacifik Tbk (BRPT) kian menjadi-jadi. Padahal, saham anak usahanya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) lagi-lagi lanjutkan penguatan ke level penutupan terginggi baru pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sesi I, Kamis (19/10/2023).
Berdasarkan data BEI, saham BRPT terjungkal sebanyak Rp 100 (8,58%) menjadi Rp 1.065 pada penutupan perdagangan sesi I ini. Sedangkan sepanjang Oktober 2023 berjalan, saham ini telah anjlok sebanyak 22,06% dari level Rp 1.300 menjadi Rp 1.065.
Baca Juga
Dipimpin Barito (BRPT), Berikut Daftar Pemegang Saham Cuan Triliunan dari BREN
Penurunan harga saham perusahaan milik Prajogo Pangestu berbanding terbalik dengan perusahaan lainya, seperti PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) hanya turun tipis Rp 10 menjadi Rp 2.660. Sedangkan sepanjang Oktober 2023, saham TPIA cetak kenaikan dari Rp 2.530 menjadi Rp 2.660.
Begitu juga dengan saham emiten lain yang dikuasai Prajogo Pangestu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), hanya turun tipis Rp 10 menjadi Rp 2.750 pada sesi I. Sedangkan sepajang Oktober 2023, penurunan saham CUAN relative kecil dari Rp 2.860 menjadi Rp 2.750.
Baca Juga
IHSG Sesi I Anjlok 51 Poin, Namun Lima Saham Ini Tetap Perkasa
Sedangkan anak usaha BRPT, yaitu BREN kembali menorehkan penguatan harga pada hari ke delapan diperdagangan di BEI dengan kenaikan Rp 150 (3,96%) menjadi Rp 3.940. Penguatan tersebut menjadikan nilai atau kapitalisasi pasar saham BREN kembali bertambah menjadi Rp 527,11 triliun atau tetap menempati urutan keempat di BEI.
Selain itu, Prajogo Pangestu selaku pengendali terpantau telah menambah kepemilikan saham di BRPT sepanjang September 2023. Hal ini membuat total kepemilikannya bertambah dari 71,17% menjadi 71,18% saham.
Cuan Rp 273,38 T
Barito Pacific (BRPT) juga menjadi pemegang saham dengan keuntungan paling besar atas penguatan harga saham CUAN dalam delapan hari transaksi di BEI. Hal ini didukung posisi perseroan selaku pemegang 66,67% saham BREN.
Baca Juga
Saat Harga 'Gocap', Tumiyana Diam-diam Lepas Banyak Saham Widodo (WMPP)
Dengan harga penutupan saham BREN di sesi I level Rp 3.940, dibandingkan dengan harga IPO senilai Rp 780 per saham, total keuntungan pemodal dari saham BREN telah mencapai Rp 3.160 atau melesat 405%.
Berdasarkan data tersebut, BRPT selaku pemegang sebanyak 86,51 miliar (66,67%) saham BREN telah mencatatkan potensi gain senilai Rp 273,38 triliun. Sedangkan total nilai saham perseroan di BREN telah menjadi Rp 340,86 triliun.

