Rancang Private Placement dan Rights Issue, Harita Nickle (NCKL) Ingin Akuisisi Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Trimegah Bangun Perkasa Tbk (NCKL) atau Harita Nickle disebut berencana menambah kepemilikan saham di PT Obi Nickel Cobalt (ONC) menjadi 40%, dibandingkan posisi saat ini sebanyak 10%. Akuisisi tambah saham tersebut akan didanai dari private placement sebesar 10% saham NCKL dan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) sebanyak 23,08%.
Perseroan sebelumnya telah mengumumkan rencanan private placemet sebanyak 6,3 juta saham NCKL. Harita Jayaraya selaku pengendali akan mengalami dilusi saham dari 86,48% menjadi 78,62% saham NCKL.
Baca Juga
Harita Nickle (NCKL) Rancang Private Placement dan Rights Issue Jumbo
Bersamaan dengan private placement, NCKL akan menggelar rights issue sebanyak 18,9 juta saham baru atau dengan potensi dilusi mencapi 23,08%, apabila pemegang saham tidak mengeksekusi haknya. Aksi korporasi tersebut akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB.
“Harita Nickle atau NCKL akan menggunakan dana hasil private placement dan rights issue untuk menambah kepemilikan saham di ONC dari semula 10% menjadi 40%. NCKL akan mengakuisisi 30% saham ONC yang dimiliki keluarga Harita,” terang analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan dan Vanessa Taslim dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Jumat (16/2/2024).
Dana tersebut juga akan digunakan untuk mengakuisisi aset pertambangan nikel lainnya yang berada di pulau Obi dan Harmahera. Aksi ini bertujuan untuk mengamankan pasokan bijih nikel bagi perseroan ke depan.
Baca Juga
Intip Target Harga Saham Terbaru Harita Nickel (NCKL), Potensi Cuannya Gurih!
Saat ini, ONC sedang terlibat dalam proyek pembangunan HPAL tiga line dengan target produksi mencapai 65 ribu ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP)per tahun. NCKL juga memiliki memiliki eksposur pabrik HPAL melalui ONC yang menguasai 45% saham pabrik HPL dengan kapasitas 55 ribu ton MHP per tahun.
MHP berasal dari nikel limonit kadar rendah, yang dapat diolah lebih lanjut menjadi nikel sulfat dan kobalt sulfat untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.

