Jelang Rights Issue, Pengendali Ini Aktif Tambah Saham Harita Nickle (NCKL)
JAKARTA, investortrust.id – PT Harita Jaya Raya selaku pengendali PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle ternyata agresif tambah saham dalam dua bulan terakhir. Aksi ini dilakukan jelang penerbitan rights issue dan private placement.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham NIKL per akhir Februari 2024, Harita Jaya ternyata menambah 4,4 juta saham NCKL dengan membeli dari pasar. Hal ini menjadikan total saham miliknya bertambah dari 54,56 miliar saham menjadi 54,57 miliar saham.
Baca Juga
Harita Nickel (NCKL) Ungkap Perkembangan Rencana Akuisisi Perusahaan Pemurnian Nikel
Aksi borong Harita Jaya juga dilanjukan pada Maret 2024 dengan membeli sebanyak 17,3 juta saham NCKL dari pasar. Penambahan tersebut menjadikan total saham NCKL yang dikuasai Harita Jaya bertambah dari 54,57 miliar menjadi 54,59 miliar saham.
Sebelumnya, manajemen Harita Nickle mengumumkan rencana rights issue. Dana hasil penerbitan saham baru ini akan dimanfaatkan untuk pengembangan core business, sekaligus hendak menunjukkan bahwa perusahaan yakin dengan masa depan bisnis nikel hulu hingga hilir.
Guna menyerap dana tersebut, Harita Nickel menggelar penjajakan dengan investor Eropa. “Dengan investor masih berjalan negosiasinya, jadi angkanya belum tahu berapa masuknya hanya saja mungkin masuknya 10-25% dari total saham. Makanya kami sebut strategic investor, yang membuktikan advantages buat perusahaan nikel terpadu TBP untuk melakukan penetrasi pasar yang lebih baik,” kata Presdir NCKL Roy Arman Arfandy di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Rights Issue Harita Nickle (NCKL) bisa Capai Rp 21,9 T, Bagaimana Dampaknya?
Jadi, lanjut Roy, perusahaan akan melakukan corporate action karena ada interest dari beberapa strategic investor yang ingin masuk ke Harita Nickel, yang ingin menjadi pemegang saham Harita Nickel. Momentum ini akan dimanfaatkan untuk mendukung ekspansi lebih lanjut perusahaan.
“Ada yang menawarkan dana fresh kenapa tidak? Kami berencana menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham yang sudah ada, agar kami bisa melakukan rights issue atau private placement, sehingga strategic investor bisa masuk,” bebernya.

