Pendapatan Berpotensi Tumbuh 10%, Begini Prospek Saham AKR Corporindo (AKRA) 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diyakini mampu melanjutkan momentum pertumbuhan kinerja keuangannya pada tahun 2024.
Sebagai catatan, AKRA mencatat pertumbuhan pendapatan kuartalan (QoQ) yang positif di kuartal IV-2023 sebesar 19,6% menjadi Rp 12,1 triliun. Namun secara tahunan (YoY), angka kuartal IV-2023 tersebut lebih rendah -6,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2022.
Analis PT Samuel Sekuritas, Farras Farhan mengatakan, penurunan pendapatan secara tahunan terutama disebabkan oleh rendahnya ASP atau harga rata-rata pada bisnis trading & distribution (T&D) bahan bakar minyak AKRA.
Baca Juga
Lagi-lagi! Arthakencana Borong Jutaan Saham AKR Coporindo (AKRA)
“Pendapatan T&D perusahaan tercatat turun sebesar -11,2% YoY menjadi Rp 10,3 triliun, mewakili 86,9% dari total pendapatan Perseroan,” urai Farras dikutip dari risetnya, Minggu (21/4/2024).
Meski begitu, pada tahun 2024, pendapatan AKRA diyakini bisa tumbuh 5% hingga 10%, terutama didukung oleh bisnis T&D.
“Permintaan bisnis dari Indonesia Timur akan mendukung bisnis T&D AKRA, begitu pula bisnis logistiknya yang bisa sukses,” ujarnya.
Mencermati pencapaian pendapatan kuartalan yang lebih tinggi, sekaligus prospek cerah bisnis T&D dan logistik pada 2024, Farras percaya saham AKRA bisa menguat lebih tinggi dari target price (TP) Rp 1.900, sebagaimana target Samuel Sekuritas sebelumnya.
“TP kami yang lama adalah 1.900 yang menyiratkan P/E FY24F sebesar 12,2 kali. Jadi kami mempertahankan pandangan positif dan rating BELI di saham AKRA,” katanya.
Analis PT Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy, juga memberikan pandangan positif terhadap saham AKRA dengan target harga Rp 2.000 per saham. Untuk itu dia merekomendasikan trading buy untuk saham tersebut.
Baca Juga
Pertumbuhan Laba AKR Corporindo (AKRA) Diprediksi Berlanjut, Berikut Faktor Pendorongnya
Sokongan bagi kinerja AKRA dikatakan Farras juga tampak dari bisnis Kawasan industri yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun pada kuartal IV-2023, atau 8,7% dari pendapatan perusahaan
“Kenaikan pendapatan konsolidasi di kuartal IV-2023, sebagian berkat tambahan volume penjualan lahan industri sebesar 61 ha,” imbuhnya.
Selain menghasilkan pendapatan besar, bisnis kawasan industri ini juga membukukan laba kotor yang cukup besar sebesar Rp 661 miliar, atau 30,7% dari laba kotor konsolidasi AKRA pada kuartal IV-2023, dibanding kuartal III-2023 sebesar 10,3%.
Kuartal kinerja kuartal IV-2023 kata dia juga disokong oleh margin profitabilitas tinggi Perseroan, disebabkan oleh COGS yang lebih rendah (-15,9% YoY), dengan T&D bisnis yang menyumbang 88% COGS turun -15.3% YoY sehingga menghasilkan GPM 13,2%, OPM 11,3% dan NPM 8,8%.

