Pendapatan Berulang akan Bertambah, Valuasi Saham AKR Corporindo (AKRA) Menarik
JAKARTA, Investortrust.id – Pengembangan kawasan industri Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE) akan kembali memberikan tambahan pendapatan baru bagi PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini bakal membuat prospek sahamnya kian atraktif bagi pemodal.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan mencatatkan sejumlah tambahan pendapatan yang bakal diraup dari pengembangan kawasan industri tersebut. Pertama, peningkatan kapasitas pelabuhan dan perluasan dermaga untuk mengakomodasi pembangunan smelter Freeport di Kawasan tersebut.
Baca Juga
Keluarga Adikoesoemo Ini Kembali Borong Saham AKR Corporindo (AKRA), Nilainya Jumbo
“JIIPE tengah membangun dermaga eksklusif untuk Freeport dengan jangka waktu pengoperasian 40 tahun. Dermaga tersebut juga disertai dengan pemasangan mobile portal cranes dan peralatan lainnya dengan target operasi tahun 2024,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Tambahan pendapatan lain dari JIIPE, terang dia, datang dari Pembangunan pabrik Xinyi Glass yang di atas lahan seluas 37,5 hektare di Kawasan tersebut dengan target beroperasi tahun 2024. Kehadiran pabrik ini akan menciptakan pendapatan berulang bagi perseoran dari penggunaan sejumlah fasilitas, seperti listrik, air, gas alam, dan peralatan lainnya.
Baca Juga
Saham Mayora (MYOR) Pilihan Teratas, Begini Pertimbangan Sejumlah Analis
“Kami memprediksi pendapatan dari pelabuhan dan ulitilitas lainnya untuk mendukung operasional pabrik yang berad di JIIPE bakal mendongkrak laba perseroan pada 2024-2025,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan sebutan saham ini memiliki valuasi yang atraktif. Target tersebut juga mempertimbangkan penjualan lahan industri ke depan.
Baca Juga
Penawaran Saham IPO Sumber Sinergi (IOTF) Rp 100/Lembar, Pantau Penggunaan Dananya
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih AKRA menjadi Rp 2,77 triliun tahun ini dan diharapkan melesat menjadi Rp 2,99 triliun pada 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,40 triliun.
Pendapatan perseroan diprediksi turun menjadi Rp 40,09 triliun tahun ini dan diharapkan meningkat menjadi Rp 42,34 triliun tahun 2024, dibandingkan raihan tahun lalalu Rp 47,55 triliun.

