Pendapatan Bersih Unilever (UNVR) 2023 Diproyeksi Hanya Sampai Rp 40 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) diprediksi hanya mampu mengumpulkan pendapatan bersih sebesar Rp 40 triliun sampai tutup tahun 2023. Jumlah ini turun sekitar 2,93% secara tahunan (yoy) dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 41,21 triliun.
Proyeksi tersebut diperhitungkan oleh tim riset Mirae Asset Sekuritas dalam penelitian berjudul Unilever Indonesia Still Facing the Headwinds oleh Analis Mirae Asset Sekuritas Rut Yesika Simak.
“Kami telah menyesuaikan perkiraan pendapatan kami masing-masing menjadi Rp 40 triliun dan Rp 42 triliun, masing-masing pada 2023 dan 2024,” tulis Rut dalam riset yang dikutip pada Kamis (14/12/2023).
Nilai tersebut lebih kecil dari perkiraan Mirae Asset sebelumnya, masing-masing terkoreksi 6,1% dan 6,4% untuk 2023 dan 2024. Dari prediksi pendapatan bersih Rp 40 triliun tahun ini, Unilever telah mencatatkan pemasukan Rp 30,5 triliun sampai kuartal III-2023.
Baca Juga
Harga Saham Unilever (UNVR) Dikoreksi Turun, Gara-gara Boikot?
“Kami masih mengantisipasi bahwa UNVR akan mempertahankan marginnya di masa depan,” sebut Rut optimistis.
Penurunan proyeksi pendapatan Unilever dilatarbelakangi kehati-hatian depresiasi Rupiah. Rut menyebut, tim riset menilai Unilever mendapat tantangan lain dalam meningkatkan margin di masa depan karena depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap USD dan EUR. Hal ini tetap dikhawatirkan meski harga komoditas telah melunak.
Per 25 Oktober 2023, Rupiah telah terdepresiasi 2,4% sejak awal tahun (ytd) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan 0,8% (ytd) terhadap Euro.
“Manajemen memperkirakan bahwa paparan tidak langsung terhadap depresiasi Rupiah terhadap USD mencakup sekitar 20-25% dari COGS (cost of goods sold),” sambung Rut.
Baca Juga
Unilever (UNVR): Direksi Berbondong-bondong Mundur hingga Target Harga Saham Dipangkas
Berdasarkan perhitungan Mirae Asset, hingga September 2023 potensi dampak terhadap laba setelah pajak untuk setiap kenaikan 5% dolar AS terhadap Rupiah adalah -0,6%, dengan asumsi variabel lain tetap konstan.
“Kami mengantisipasi penyusutan ini akan menyebabkan penurunan estimasi top-line kami di masa depan, dengan asumsi bahwa manajemen akan meneruskan perubahan ini ke ASP (average selling price) sambil mempertahankan profitabilitas,” papar dia.
Ubah Model Operasi
Rut memperkirakan tidak akan ada perubahan signifikan pada pendapatan bersih UNVR, mengingat pola musiman yang biasa terjadi kuartal keempat yang cenderung lebih rendah sebelum kembali menguat di kuartal satu tahun berikutnya.
Selain itu, Mirae Asset optimistis terhadap perubahan model organisasi Unilever Indonesia di masa depan. Unilever Indonesia mengubah model organisasinya menjadi pasar yang dikelola unit bisnis.
Mulai Januari 2024, perusahaan tersebut akan mengubah model operasinya menjadi organisasi yang dikelola lima unit bisnis, meliputi kecantikan dan kesejahteraan, perawatan pribadi, perawatan rumah, nutrisi, dan es krim.
Hal tersebut bertujuan memberi lebih banyak fokus dan ketangkasan, serta lebih mewujudkan tujuan jangka panjang perusahaan.
“Selain itu, sejalan dengan perubahan model operasi, kami tetap optimis terhadap UNVR, terutama mengingat pengunduran diri Ira Noviarti, Presiden Direktur Unilever Indonesia, dan penggantinya, Benjie Yap yang saat ini menjabat sebagai Chairman Unilever Filipina,” tutup Rut. (CR-10)
