Sultan Subang Lego Saham BEBS di Harga Gocap, Buat Apa?
JAKARTA, investortrust – Komisaris Utama PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), Asep Sulaeman Sabanda alias Sultan Subang diketahui melakukan penjualan saham Perseroan di harga Rp 50 per lembar.
Jumlah saham yang dilepas Sultan Subang mencapai 4.200 lembar pada tanggal 19 Desember 2023. Dengan transaksi ini dia kini masih memiliki sebanyak 2,03 miliar lembar saham BEBS atau mencerminkan kepemilikan 4,51% secara langsung.
‘’Tujuan transaksi adalah divestasi,’’ kata pria yang beralamat di Dusun Karangcegak, Cidahu, Pagaden Barat, Subang tersebut, Selasa (9/1/2024).
Saat ini Sultan Subang tidak tercatat sebagai pengendali emiten konstruksi tersebut lantaran kepemilikannya di bawah 5%.
Baca Juga
Saham Emiten Prajogo Berguguran, Analis Ini Ungkap Pemicunya
Adapun pemegang saham utama Perseroan tercatat atas nama PT Berkah Global Investama dengan porsi kepemilkan sebesar 31,39%, kemudian PT Pendanaan Efek Indonesia memegang 5,74%.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia menyampaikan aktivitas transaksi yang anomali pada saham BEBS, di mana terjadi kenaikan transaksi sebanyak 445.000 saham dengan frekuensi 61 kali dibandingkan hari bursa tanggal 20 Desember 2023 yang tercatat sebanyak 5.700 saham dengan frekuensi 9 kali.
Pada tanggal 20 Desember 2023, saham BEBS ditutup tetap dari harga penutupan hari sebelumnya, dan hingga saat ini saham tersebut masih tetap bertengger di level gocap.
Baca Juga
Emiten Milik Politisi PDIP (NICE) Incar Produksi 2,5 Juta Ton Usai IPO
Adapun manajemen BEBS mengaku tidak mengetahui adanya transaksi anomali tersebut, dan Perseroan tidak memiliki informasi material maupun rencan aksi korporasi yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham perseroan di pasar.
Sementara itu terkait kinerja, Perusahaan ini mencatat pendapatan sebesar Rp 364,41 miliar di kuartal III-2023, anjlok dari Rp 632,65 miliar di kuartal III-2022.
Sementara laba komprehensif tahun berjalan BEBS tercatat turun menjadi Rp 82,44 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat Rp 150,16 miliar.

