Sultan Subang Mundur dari Jabatan Komisaris Utama BEBS, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Asep Sulaeman Sabanda alias Sultan Subang mengundurkan diri dari posisi Komisaris Utama PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS).
“Pada tanggal 15 Januari 2024, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Asep Sulaeman Sabanda selaku Komisaris Utama Perseroan,’’ kata Direktur PT Berkah Beton Sadaya Tbk Iyan Sopiyan dalam keterbukaan informasi yang dikutip, Kamis (18/01/2024).
Namun Iyan tidak merinci alasan pengunduran diri Sultan Subang dari perusahaan bidang konstruksi dan penggalian tersebut.
Sebagaimana diketahui Sultan Subang merupakan pemilik sejumlah emiten, selain BEBS dia juga terafiliasi dengan PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) dan PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE).
Sebelum mundur dari posisi Komut, Sultan Subang cukup aktif melakukan penjualan saham BEBS. Paling anyar jumlah saham yang dilepas Sultan Subang mencapai 4.200 lembar pada tanggal 19 Desember 2023.
Baca Juga
Dengan transaksi ini dia kini masih memiliki sebanyak 2,03 miliar lembar saham BEBS atau mencerminkan kepemilikan 4,51% secara langsung.
‘’Tujuan transaksi adalah divestasi,’’ kata pria yang beralamat di Dusun Karangcegak, Cidahu, Pagaden Barat, Subang tersebut, Selasa (9/1/2024).
Saat ini Sultan Subang tidak tercatat sebagai pengendali emiten konstruksi tersebut lantaran kepemilikannya di bawah 5%.
Pemegang saham utama Perseroan tercatat atas nama PT Berkah Global Investama dengan porsi kepemilkan sebesar 31,39%, kemudian PT Pendanaan Efek Indonesia memegang 5,74%.
Baca Juga
Suspensi 24 Bulan, Saham Trikomsel Oke (TRIO) Berpotensi Delisting
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia menyampaikan aktivitas transaksi yang anomali pada saham BEBS, di mana terjadi kenaikan transaksi sebanyak 445.000 saham dengan frekuensi 61 kali dibandingkan hari bursa tanggal 20 Desember 2023 yang tercatat sebanyak 5.700 saham dengan frekuensi 9 kali.
Pada tanggal 20 Desember 2023, saham BEBS ditutup tetap dari harga penutupan hari sebelumnya, dan hingga saat ini saham tersebut masih tetap bertengger di level gocap.
Adapun manajemen BEBS mengaku tidak mengetahui adanya transaksi anomali tersebut, dan Perseroan tidak memiliki informasi material maupun rencan aksi korporasi yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham perseroan di pasar.
Sementara itu terkait kinerja, Perusahaan ini mencatat pendapatan sebesar Rp 364,41 miliar di kuartal III-2023, anjlok dari Rp 632,65 miliar di kuartal III-2022.
Kemudian laba komprehensif tahun berjalan BEBS tercatat turun menjadi Rp 82,44 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat Rp 150,16 miliar.

