Wamen BUMN Pastikan Dividend Payout Ratio Telkom di Atas 50% Laba
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) diproyeksi akan membagikan keuntungan kepada investor berupa dividen tunai dengan dividend payout ratio (DPR) di atas 50% dari laba bersih 2023.
“Telkom mungkin akan sedikit turun (dividennya) tetapi kami sedang diskusi, Saya rasa kisarannya masih di atas 50% lah,” ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko usai memimpin Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2024, Jumat (5/4).
Rasio dividen dari laba bersih Telkom itu, disebut sedikit menurun karena sebelumnya perusahaan ini membagikan 80% laba bersihnya untuk dividen 2022 atau senilai Rp 16,66 triliun.
Sebagai gambaran, Telkom mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2023 dengan pendapatan konsolidasi Rp 149,2 triliun yang tumbuh 1,3% (yoy). Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan tercatat sebesar Rp 77,6 triliun dengan EBITDA margin 52%.
Sementara itu, laba bersih perseroan tumbuh dua digit sebesar 18,3% (yoy) menjadi Rp 24,6 triliun tahun lalu. Bila mengukur 50% dari laba bersih Telkom periode 2023, dividen yang dipertimbangkan untuk dibagikan tahun ini bisa melampaui Rp 12,3 triliun.
Capaian positif kinerja perseroan dikontribusi oleh pertumbuhan bisnis data, internet & IT service yang tumbuh 6,5% (yoy) menjadi Rp 87,4 triliun. Adapun IndiHome dan layanan Interkoneksi juga catat pertumbuhan pendapatan yang cukup memuaskan sebesar 2,7% (yoy) dan 7% (yoy).
Dalam kesempatan berbeda, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengaku bersyukur, Telkom tetap mampu mencatat kinerja positif dengan fokus pada transformasi dan implementasi strategi utama 5 Bold Moves.
“Tentunya hal ini tidak mudah, di tengah tantangan yang ada seperti persaingan bisnis, jangkauan infrastruktur, regulasi, hingga kebutuhan akan partnership dan investasi. Namun apa yang Telkom raih saat ini, menunjukkan sinyal positif dan mendorong kami untuk terus melanjutkan transformasi,” papar Ririek, belum lama ini.
Pada segmen mobile dan consumer, Telkomsel selaku anak usaha Telkom mencatatkan pendapatan sampai Rp 102,4 triliun. Capaian tersebut utamanya didorong pertumbuhan bisnis digital hingga 7,6% (yoy) menjadi Rp 78,5 triliun dengan kontribusi sampai 88% dari total pendapatan Telkom.
Pada segmen enterprise, perseroan membukukan pendapatan Rp 18,2 triliun yang dikontribusi dari solusi B2B Digital IT services dan enterprise connectivity. Telkom terus memperkuat kapabilitas di bisnis cloud melalui kerja sama strategis dengan pemain teknologi global, di samping terus meningkatkan kualitas dalam memberikan solusi digital kepada pelanggan.
Selanjutnya, segmen wholesale dan internassional mencatat pendapatan Rp 16,9 triliun atau tumbuh 9,6% (yoy) dikontribusi pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional dan bisnis infrastruktur digital. Hal ini, tak lepas dari dukungan Telin selaku anak usaha Telkom yang bergerak di bisnis telekomunikasi internasional.
Pada bisnis data center, TelkomGroup memiliki dan mengelola 32 pusat data yang tersebar di empat negara, yakni Indonesia, Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste) dengan rata-rata utilisasi hingga 70%.
Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel menutup tahun 2023 dengan kinerja cemerlang dan pertumbuhan double digit pada pendapatan, EBITDA, dan laba bersih. Mitratel mencatat pendapatan Rp 8,6 triliun atau tumbuh 11,2% (yoy), didorong pendapatan sewa menara.
EBITDA dan laba bersih Mitratel tumbuh masing-masing sebesar 12,7% dan 12,6% (yoy) dengan margin keduanya yang semakin baik senilai 80,5% dan 23,4%.
Baca Juga
Fundamental Tak Berubah, Penurunan Saham Telkom (TLKM) Kesempatan ‘Buy’

