Meski Terkoreksi Dalam, IHSG Dipercaya Mampu Bertahan di Atas 7.000
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi cukup dalam pada perdagangan Selasa (16/4/2024) sebesar 1,68% ke level 7.164,8. IHSG dipercaya mampu bertahan di atas level 7.000 meski konflik global serangan Iran ke Israel turut mengantarkan indeks ke zona merah hari ini.
“Menurut saya memang peningkatan guncangan geopolitik menyebabkan terjadinya volatilitas, di mana itu terjadi proxy war antara Iran versus Israel,” ungkap Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta, Selasa (16/4/2024).
Dia menilai, pelemahan IHSG sudah mulai terbatas alias memasuki area limited downside di atas 7.100. Secara teknikal, ini merupakan batas bawah level support IHSG.
“Memang kami akui pelemahan IHSG ini merupakan selain imbas konflik geopolitik, juga ada unsur musim libur panjang Lebaran sehingga terjadi efek pelemahan signifikan IHSG,” sambungnya.
Bila penurunan indeks mengalami eskalasi atau bertambah, Mirae Asset Sekuritas memprediksi IHSG masih dapat bertahan di atas level 7.000 dengan support terbawa di kisaran 7.068 - 7.060.
Mereka pun menyarankan investor untuk melakukan buy on weakness pada kondisi-kondisi seperti ini.
Secara makro, konflik geopolitik Iran-Israel dikhawatirkan mendorong naik harga minyak mentah dunia sehingga akan memberi risiko kenaikan inflasi global yang saat ini sedang sangat dijaga.
Inflasi dapat memengaruhi kebijakan The Fed untuk melakukan strategi pelonggaran kebijakan moneter dengan menjaga Fed Fund Rate (FFR) di kisaran 5,5%. Kebijakan pelonggaran diperkirakan mundur ke kisaran September 2024, dari semula diharap mulai terjadi pada pertengahan tahun ini atau Juni.
“Dengan demikian kalau kita berekspektasi akan terjadi expansionary policy dalam waktu cepat misal Juni tetapi akhirnya tertunda karena ada faktor geopolitik di Timur Tengah, tentu membuat para pelaku pasar lebih cenderung prudent bahkan mereka mengalihkan instrumen investasinya ke aset yang bersifat safe haven misal emas,” tegas Nafan.
Baca Juga
Meski IHSG Ditutup Anjlok 1,68% Usai Libur Lebaran, Tiga Saham Ini Terbang hingga ARA
