IHSG Sesi I Terkoreksi, Saham TGUK Justru Auto Reject Atas
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (18/9/2023), ditutup melemah 24,86% menjadi 6.957,93. Meski terkoreksi, sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan harga.
IHSG bergerak dalam rentang 6.946,89-6.999,40 dengan nilai transaksi Rp 5,25 triliun. Pelemahan indeks dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor consumer primer 1,94%, sektor teknologi 1,21%, dan sektor transportasi 1,02%.
Baca Juga
Target Saham Harita Nickel (NCKL) Direvisi Naik, Simak Sejumlah Faktor Pendorongnya
Sebaliknya penguatan melanda ketiga saham berikut, yaitu saham sektor energi 0,55%, sektor infrastruktur naik 0,40%, dan sektor industri naik tipis 0,08%.
Pergerakan indeks dipengaruhi kenaikan beberapa sektor saham, seperti saham sektor energi, sektor material dasar, dan infrastruktur. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor consumer primer, non primer, dan teknologi.
Baca Juga
Meski IHSG terpuruk, beberapa saham justru terbang, seperti saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) ditutup auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 47 (34,56%) menjadi Rp 183.
Penguatan juga melanda saham PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) naik Rp 64 (20,13%) menjadi Rp 382, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) naik Rp 50 (19,84%) menjadi Rp 302, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) naik Rp 12 (16,44%) menjadi Rp 85, dan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) naik Rp 48 (15,38%) menjadi Rp 360.
Sebaliknya pelemahan di awal transaksi ini melanda saham PT Golden Flower Tbk (POLU), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Electronic City Indonesia TBk (ECII), PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP), dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA).

