Pencoblosan Usai, IHSG Diprediksi Menguat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam perdagangan Kamis (15/2/2024) diprediksi menguat. Hal ini sejalan dengan berlalunya hari pencoblosan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang memberi gambaran kepastian bagi pelaku pasar.
“Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ditopang meredanya ketidakpastian dari Pemilu. Level resistance 7.250-7.300 dan support 7150-7200,” terang Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman secara tertulis, Kamis (15/2/2024).
BNI Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut ini untuk perdagangan pada Kamis (15/2/2024):
1. BBRI: Speculative Buy
Beli di Rp 5.950, cut loss jika break di bawah Rp 5.850. Jika tidak break di bawah Rp 5.850, potensi naik dengan area jual di Rp 6.050-6.200 dalam jangka pendek.
2. BMRI: Speculative Buy
Beli di Rp 6.950, cut loss jika break di bawah Rp 6.850. Jika tidak break di bawah Rp 6.850, potensi naik dengan area jual di Rp 7.150-7.300 dalam jangka pendek.
3. BREN: Buy on Weakness
Beli di Rp 5.000, cut loss jika break di bawah Rp 4.950. Jika tidak break di bawah Rp 4.950, potensi naik dengan area jual di Rp 5.200-5.350 dalam jangka pendek.
4. MAPI: Speculative Buy
Beli di Rp 1.950, cut loss jika break di bawah Rp 1.930. Jika tidak break di bawah Rp 1.950, potensi naik dengan area jual di Rp 2.000-2.030 dalam jangka pendek.
5. BFIN: Speculative Buy
Beli di Rp 1.260, cut loss jika break di bawah Rp 1.240. Jika tidak break di bawah Rp 1.260, potensi naik dengan area jual di Rp 1.290-1330 dalam jangka pendek.
6. CTRA: Speculative Buy
Beli di Rp 1.250, cut loss jika break di bawah Rp 1.235. Jika tidak break di bawah Rp 1.250, potensi naik dengan area jual di Rp 1.275-1.300 dalam jangka pendek.
Sebelumnya, IHSG ditutup turun 1,2% Selasa lalu, tetapi disertai net buy asing Rp 1,12 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, dan ASII.
Sedangkan Indeks-indeks Wall Street rebound pada Rabu (14/2/2024), Dow Jones naik 0,4%, S&P 500 menguat 0,96%. Sedangkan Nasdaq Composite bertambah 1,30%. Saham Lyft melonjak 35% setelah perusahaan penyedia layanan ride-hailing ini melaporkan pendapatan kuartal keempat yang melebihi ekspektasi.
Kemudian, saham Airbnb turun 1,7% meskipun perusahaan ini berhasil melampaui harapan pendapatan dalam kuartal terbarunya. Saham Nvidia naik hampir 2,5%, mendorong kapitalisasi pasar pembuat chip ini melampaui anggota ‘Magnificent 7’ lainnya, yaitu Alphabet.
“Hal ini terjadi setelah saham Nvidia turun sekitar 0,2% pada Selasa (13/2) karena kenaikan imbal hasil obligasi menekan saham-saham teknologi,” jelas Fanny.
Bursa Asia Pasifik mixed, daham-saham turun pada perdagangan Rabu (14/2) di Asia, setelah data inflasi AS yang tinggi dan mengecewakan membuat saham-saham merosot di Wall Street. Di sisi lain, Indeks Hang Seng Hong Kong melanjutkan perdagangan setelah liburan Tahun Baru Imlek, naik 0,84% setelah dibuka lebih rendah.
Di Jepang, Nikkei 225 merosot 0,7% dan Topix tergelincir 1,05%. Di Australia indeks ASX 200 turun 0,7%, dan Kospi Korea Selatan turun 1,1%. Sementara itu, pasar di daratan China masih tutup sepanjang pekan ini dan Jakarta Composite libur pemilu.

