Jelang Pencoblosan, IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan lanjutkan penguatan menjelang pencoblosan suara pada Pemilihan Umum Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan diadakan pada 14 Februari 2024.
“IHSG berpotensi menguat, terlihat dari kembalinya IHSG menguat di atas 7200 dan pada perdagangan kemarin masih bertahan di atas 7200 walaupun dalam kondisi melemah,” ujar Analis pasar modal dan founder WH Project, William Hartanto dihubungi investortrust.id pada Jumat (09/02/2024).
Baca Juga
Pertumbuhan Berlanjut, Target Saham Indosat (ISAT) Direvisi Naik
Dia menilai, saat ini, situasi pasar sedang positif. Investor tidak mempermasalahkan apakah pemilu berjalan secara 1 maupun 2 putaran, namun unsur ketidakpastian pasar akan dapat lebih cepat selesai, apabila pemilu dapat selesai dalam 1 putaran.
Ia mengatakan, sebagai pengamat pasar modal, sulit untuk menilai market saat ini dikarenakan program dari calon presiden yang belum terlihat jelas membawa efek ke sektor mana. Adapun, sektor saham yang diperkirakan lebih sensitif akan perubahan sentimen politik menjelang pemilu 2024 adalah consumer goods atau kebutuhan sehari-hari.
“Karena setiap paslon memiliki program perbaikan gizi, sisanya hanya saham-saham big caps yang mungkin terkena efek perputaran dana asing terhadap hasil pemilu,” tegasnya.
Baca Juga
Sedangkan, dikarenakan terdapat 1 paslon yang memberikan penolakan terhadap IKN, hal tersebut menjadi sentimen negatif untuk sektor properti. Sehingga, William menyarankan kepada para investor untuk selalu buy on weakness. “Karena pola market sekarang ini lebih mendukung untuk strategi tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (12/2/2024), ditutup melesat 36,65 poin (0,51%) menjadi 7.271,80. IHSG bergerak dalam rentang 7.233,79-7/288,62 dengan nilai transaksi Rp 5,30 triliun.

