Pencoblosan Tinggal Dua Hari, IHSG Diprediksi Lanjut Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/2/2024), ditutup melonjak 62,52 poin (0,86%) menjadi 7.297,67. Lompatan tersebut diprediksi berlanjut seiring dengan ekspektasi investor terhadap pemilu Indonesia berjalan damai dan lancar pada 14 Februari mendatang.
“Saya menilai bahwa kenaikan IHSG ini salah satu didukung sentimen positif terkait respons pemilu,” ungkap Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta kepada Investortrust.id.
Dia menilai, pemilu menjadi sentimen positif bagi IHSG pada 2024, karena sejauh ini pelaksanaan berjalan aman, sehingga bisa menentukan apakah IHSG akan melalui pertumbuhan signifikan dalam periode berjalan (ytd).
Baca Juga
Data historis lima kali pemilu sebelumnya, IHSG selalu mencatatkan apresiasi masing-masing 20,26%, 5,9%, 48,52%, 19,6%, dan 11,73%. Tepatnya pada tanggal 20 Oktober 1999, 5 Juli 2004, 8 Juli 2009, 9 Juli 2014, dan 17 April 2019.
Nafan mengingatkan, pertumbuhan IHSG pada Pemilu 2019 lebih kecil, dibandingkan 2014 karena terjadi keributan, bahkan terjadi sengketa di bawah Mahkamah Konstitusi.
“Semoga saja pelaksanaan pemilu memenuhi unsur 11 prinsip pemilu berdasarkan undang undang pemilu 2017 no.7,” harap dia.
Pemilu damai dan aman dipercaya mampu membantu pemerintah memenuhi tingkat stabilitas ekonomi dan pertahanan. Hal ini dipastikan memberi keuntungan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum maupun pertumbuhan IHSG secara khusus.
Baca Juga
BRI (BBRI) Sentuh ATH dan Market Cap Tembus Rp 913 Triliun, Dirut Ungkap Ini
Selain dari dalam negeri, Nafan juga memperkirakan, keyakinan melandainya indeks konsumen Amerika (US consumer index) dapat mendorong optimisme percepatan realisasi pivot policy yang akan ditetapkan the Fed pada 2024.
“Itu sentimen tambahan namun kita masih cenderung domestik ya. Bursa di regional (Asia) saja kebanyakan libur, misal di Taiwan, Korea Selatan, Hongkong libur, Tiongkok juga karena memperingati Imlek,” paparnya.
Pandangan senada diungkapkan Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe. Dia meyakini apresiasi IHSG merupakan respons positif pada pemilu. Sebab, masyarakat optimistis pemilihan presiden akan berjalan baik dan nyaman sehingga ekonomi berjalan normal.
“Kisaran IHSG pada perdagangan besok (Selasa 12/2/2024) ada di 7.200-7.350,” ujar Kiswoyo.
Dihubungi secara terpisah, Technical Analyst MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan bahwa penguatan IHSG hari ini ditopang kenaikan indeks saham sektor keuangan (IDX Financials).
Baca Juga
Akhirnya Saham PIK2 (PANI) Tembus Rp 5.300, Lihat lagi Target Harga Ini
“Pergerakan IDX Financials masih berada di fase uptrend. Penguatan IHSG ini pun sebenarnya bergerak di tengah minimnya sentimen, karena kalau kita cermati beberapa bursa Asia masih libur dalam rangka Imlek,” terang Herditya secara tertulis kepada Investortrust.id.
Dia mengingatkan bahwa investor juga akan menanti rilis data inflasi AS, selain mendekatnya hari pemilu yang diharap berlangsung aman dan kondusif terhadap pasar keuangan.
Untuk saham-saham perbankan terbesar di Indonesia, Didit menargetkan harga saham BBRI masih berpeluang melanjutkan penguatan ke Rp 6.150. Sedangkan BMRI harus waspadai koreksi dalam jangka pendek ke Rp 6.950-7.000 dahulu, dengan target Rp 7.275-7.350.
“BBNI ke Rp 6.050,” imbuh Didit.
Sedangkan Mirae Asset Sekuritas menargetkan harga saham BBCA masih bisa naik mencapai Rp 10.450 sehingga direkomendasikan tambah kepemilikan (add). Begitu juga dengan saham BBNI dengan target Rp 6.150. Saham yang juga disarankan dikoleksi adalah BBRI dengan target harga Rp 6.675.
Khusus BMRI, Nafan menyarankan pelaku pasar untuk hold dengan target harga saham Rp 7.125. Dalam perdagangan Senin (12/2/2024), saham BBCA ditutup pada level Rp 9.800, BBNI Rp 5.950, BBRI Rp 6.025, dan Rp 7.100. (CR-10)

