IHSG Usai Pencoblosan Bisa Melesat, Apabila Hal Berikut Terpenuhi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca pemilu diprediksi cenderung positif dalam jangka panjang. Namun pergerakan bervariasi akan terjadi, apabila hasil survei pemilu hari ini menunjukkan dua putaran.
Meskipun IHSG kemarin ditutup anjlok 87,93 poin (1,20%) menjadi 7.209,74. Penurunan paling dalam melanda saham sektor material dasar 2,1%, sektor infrastruktur 1,01%, sektor konsumer non primer 0,62%, sektor kesehatan 0,57%, dan sektor keuangan 0,50%.
Baca Juga
Investments Consultant PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) Reza Priyambada mengatakan, pasca pemilu kondisi market bisa cenderung positif, karena dianggap yang memenanggi Pilpres merupakan pasangan pilihan market secara mayoritas. Ditambah dengan pilihan kabinet kementerian yang dianggap pro pasar, misalnya program pembangunan infrastruktur, peningkatan kegiatan manufaktur, dan lainnya yang bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa konsisten bertumbuh.
Reza Priyambada
“Untuk tahun 2024 ini, Tim Riset Reliance Sekuritas menargetkan IHSG berpotensi menguat ke level 7,810 untuk base scenario dan 8.010 untuk bull scenario denganasumsi kencenderungan indeks yang mengalami pertumbuhan ditahun pemilu dan target P/E di level 15,23x (-1 STD trailing P/E),” ujarnya di Jakarta, Rabu (14/2/2024).
Baca Juga
Hari Pemungutan Suara Pemilu 2024, 7 RT dan 21 Jalan di Jakarta Banjir
Selain itu, menurut dia, potensi penurunan suku bunga sejumlah negara di dunia akan membuat pasar cenderung beralih kembali pada aset yang lebih high risk dan Indonesia sebagai salah satu emerging market yang masih menarik di tengah inflasi dan stabilitas politik dalam negeri yang stabil.
Beberapa sektor dan saham yang dapat menjadi pertimbangan (selain dari saham-saham pendukung paslon) diantaranya, saham banking (BBCA, BRIS); Telco & Tower (TLKM, MTEL, TOWR); Property (CTRA, BSDE).
Koreksi IHSG
Terkait koreksi IHSG kemarin sebanyak 87,93 poin (-1,20%) menjadi 7.209,74, Reza menilai, pelemahan terjadi jelang libur Pemilu 2024 dan antisipasi hasil Pilpres.
“Market belum bisa melihat jelas pasangan capres-cawapres pemenang. Kondisi berbeda dengan Pemilu-pemilu sebelumnya dimana yang bertanding hanya 2 paslon dan market jelas arahnya lebih pro ke paslon Jokowi. Pemilu kali ini menghadirkan 3 paslon yang masing-masing menawarkan program-program kerja yang berbeda-beda, tapi menarik,” terangnya.
Secara sentimen, dia mengatakan, pasar masih mendapatkan berita positif. Di antaranya, nilai tukar rupiah sedang terapresiasi ke posisi 15.569/USD dari sebelumnya di 15.610/USD, yield obligasi tenor 10 tahun cenderung stabil, adanya sejumlah berita positif dari para emiten, dan market global sebelumnya yang cenderung berada di zona hijaunya.
Baca Juga
Meski IHSG Melorot 1,2%, Asing Tetap Gencar Net Buy Rp 1,22 Triliun
Penurunan saham kemarin, terang dia, juga dipicu adanya peluang pemilu berlangsung dua putaran. Meski demikian, pasar diprediksi cenderung bergerak bervariasi usai pemilu hari ini dengan melihat hasil perolehan sementara nantinya.
“Apalagi rekapitulasi perhitungan berlangsung hingga Maret 2024, maka sentimen pun belum jelas terlihat hingga final result. Bahkan, dimungkinkan IHSG bergerak variatif melemah, jika terjadi 2 putaran yang berarti sentimennya menjadi belum jelas,” terangnya.

