Indonesia Bisa Segera Capai Target AUM Rp1.000 Triliun, Apabila...
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan OJK) membidik asset under management (AUM) industri reksa dana menembus Rp1.000 triliun pada 2027. Target itu tertuang dalam road map pasar modal yang telah diluncurkan.
Direktur Utama PT Trimegah Asset Management, Antony Dirga menyebutkan, berdasarkan hasil riset, Indonesia memiliki AUM per GDP 5%. Apabila ada pendorong, dengan asumsi naik 7% saja, akan terjadi peningkatan secara eksponensial.
"AUM/GDP ini bisa gabungan, bisa ke reksa dana bisa juga ke KPD (kontrak pengelolaan dana). Kalau ada kicker (tendangan) dari AUM per GDP-nya, yang juga meningkat misalnya dari 5% ke 7%, dalam 5-7 tahun mungkin AUM kita bukan US$50-60 miliar, namun bisa 3 kali lipat atau sekitar US$150-180 miliar," tandas Antony di kantor redaksi Investortrust, The Convergence Indonesia, Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Baca Juga
Ia menambahkan, pada tahun 1990-an, AUM per GDP China sudah mencapai 5%. Sedangkan Amerika Serikat lebih mencapai angka itu, sekitar di tahun 1960-an. Dan itu digarisbawahi pada variabel GDP per capita.
"Kenapa GDP per capita penting? Karena itu tolok ukur adanya 'excess saving', ada 'disposable income' yang bisa diinvestasikan ke asuransi, reksa dana, dan lain sebagainya," jelas Antony.
Seiring pertumbuhan jumlah investor yang hampir 12 juta di industri reksa dana, menurut Anthony, penting bagi fund manager untuk menggenjot literasi keuangan kepada gen Z dan milenial.
"Seperti yang saya katakan tadi hampir 12 juta investor reksa dana sebenernya itu suatu 'precursion' atau suatu leading indicator yg sangat penting buat kita (Manajer Investasi/MI),” ujarnya.
Ia pun mengimbau kalangan MI untuk terus melakukan edukasi dan literasi. Alasannya, jika income generasi bertambah, peluang menabung di reksa dana akan bertambah. Dengan demikian akan terjadi pertumbuhan secara eksponensial. (CR-3)
Baca Juga
Dear Investor, Mau Tahu Berapa Pajak Return Saham, Obligasi, dan Reksa Dana?

