IHSG Sesi I Anjlok 1,12%, Saham TFAS dan MPRO Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (1/11/2023), ditutup anjlok 75,92 (1,12%) menjadi 6.676,29. IHSG bergerak dalam rentang 6.653,88-6.773,98 dengan nilai transaksi Rp 6,19 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas koreksi seluruh sektor saham, seperti saham sektor kesehatan anjlok 4,01%, sektor energi anjlok 2,67%, dan sektor konsumer primer turun 2,48%.
Baca Juga
Penurunan juga melanda saham sektor material dasar 1,97%, sektor industry melemah 1,37%, sektor konsumer non primer 1,78%, dan sektor keuangan 1,31%.
Meski IHSG anjlok dalam, kedua saham berikut berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) naik Rp 245 (24,75%) menjadi Rp 1.235 dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MAHA) melesat Rp 470 (24,74%) menjadi Rp 2.370.
Penguatan juga melanda saham PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) sebanyak Rp 14 (27,45%) menjadi Rp 65, PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) menguat Rp 14 (16,47%) menjadi Rp 99, dan PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) menguat Rp 10 (15,63%) menjadi Rp 74.
Baca Juga
Laba Lampaui Ekspektasi, Bagaimana dengan Target Saham Astra (ASII)?
Sebaliknya penurunan dalam melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE), PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO), PT Logindo Sumudramakmur Tbk (LEAD), dan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO).

