Saham JAWA, MPRO, dan SKLT Cetak ARA, Meski IHSG Sesi I Anjlok Dalam
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (4/10/2023), ditutup terjerembab hingga 73,2 poin (1,05%) menjadi 6.867,69. IHSG bergerak dalam rentang 6.839-6.943.
Pada perdagangan intraday IHSG sempat terperosok lebih dari 100 poin ke level 6.839. Namun penurunan indeks perlahan-lahan berkurang menjelang penutupan perdagangan sesi I.
Baca Juga
Saham MPRO ARA Berjilid-jilid Didukung Aksi Jonathan Tahir, Berikut Profilnya
Pelemahan indeks tersebut sejalan dengan anjloknya bursa saham Wall Street semalam. Begitu juga dengan bursa saham Asia berjatuhan, seperti Nikkei turun 538 poin, Hang Seng anjlok 150 poin, dan Strait Times melemah lebih dari 48 poin.
Sedangkan faktor penekan IHSG dipicu koreksi seluruh sektor saham, terutama saham sektor material dasar merosot hingga 2,84%, sektor energi lebih dari 2,23%, sektor transportasi lebih dari 2,73%, dan sektor industry 1,61%.
Baca Juga
Simak Tren Harga Indah Kiat (INKP), The Bigger, Better, dan Stronger
Meski demikian IHSG terjerembab, ketiga saham ini justru berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) naik Rp 28 (34,57%) menjadi Rp 109, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) naik Rp 720 (25%) menjadi Rp 3.600, dan PT Sekar Laut Tbk (SKLT) melesat Rp 910 (24,86%) menjadi Rp 4.570.
Sebaliknya ketiga saham ini torehkan penurunan harga paling dalam, yaitu saham PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA), PT Adar Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

