Pendapatan US$ 1,83 Miliar, Laba Delta Dunia (DOID) Tumbuh Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) membukukan pertumbuhan pendapatan bersih menjadi US$ 1,83 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 1,55 miliar.
Manajemen perseroan dalam penjelasan resminya di Jakarta, Rabu (13/3/2024), menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut menjadikan laba bruto meningkat dari US$ 203,75 juta menjadi US$ 246,45 juta.
Baca Juga
Anak Usaha Delta Dunia (DOID) Rampungkan Penerbitan Obligasi Rp 636,62 Miliar
Sedangkan beban usaha naik dari US$ 72,43 juta menjadi US$ 94,59 juta, beban keuangan naik dari US$ 69,80 juta menjadi US$ 88,16 juta, beban lain0lain naik dari US$ 24,79 juta menjadi US$ 19,36 juta. Hal ini menjadikan laba sebelum pajak penghasilan naik dari US$ 40,42 juta menjadi US$ 60,37 juta.
Peningkatan tersebut berimbas terhadap kenaikan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari US$ 28,63 menjadi US$ 36,01 juta. Sedangkan laba per saham dasar naik dari US$ 0,00373 menjadi US$ 0,00478.
Baca Juga
Anak Usaha DOID, BUMA Cetak Rekor Pendapatan di US$1,363 Miliar
DOID juga mencatatkan peningkatan total aset menjadi US$ 1,87 miliar tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 1,57 miliar. Sedangkan liabilitas meningkat dari US$ 1,31 miliar menjadi US$ 1,60 miliar.
Delta Dunia (DOID) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor penambangan batu bara. Bertindak sebagai pemegang saham terbanyak Northstar Tambang 37,86%, Six Sis Ltd 5,04%, Ronald Sutardja 0,26%. Sisanya pemegang saham public mencapai 41,91%.
Perseroan juga merupakan induk usaha dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), BUMA Australia Pty Ltd (BUMA Australia), PT Bukit Teknologi Digital (B-TECH), dan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU).

