Kuartal III-2023 Pendapatan Delta Dunia (DOID) Capai US$ 1,36 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mencatatkan pendapatan US$ 1,36 miliar hingga kuartal III-2023, meningkat 19% dibanding periode yang sama tahun 2022 sebesar US$ 1,14 miliar. Pendapatan sebesar itu merupakan kontribusi grup usaha perseroan, baik anak perusahaan yang beroperasi di Indonesia maupun di Australia.
Khusus kuartal III tahun ini, pendapatan DOID mencapai US$ 506 juta atau setara Rp7,9 triliun. Pendapatan kuartal III ini merupakan pendapatan kuartalan terbesar yang pernah dicapai Delta Group.
“Indonesia dan Australia mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang kuat dengan pencapaian rekor pendapatan kuartalan tertinggi sebesar USD 506 juta,” ungkap Direktur Utama PT Delta Dunia Makmur, Ronald Sutardia dalam acara Paparan Publik: Delta Dunia Group (DOID) 2023, Jakarta, Rabu (13/12/2023).
Baca Juga
Delta Dunia (DOID) Tetapkan Dividen Interima Rp 10,64 per Saham
Sementara itu, posisi EBITDA per September 2023 sebesar US$ 302 juta. Angka ini juga mengalami penaikan 11% dari periode tahun 2022 sebesar US$ 273 juta.
Sedangkan untuk EBITDA khusus kuartal III 2023 sebesar US$ 127. “Nah ini kita tertinggi selama 9 bulan EBITDA-nya,” tuturnya. Sementara arus kas bebas perseroan meningkat signifikan menjadi US$ 159 juta dengan posisi kas sebesar US$ 230 juta.
“Dengan hasil arus kas yang baik kita menurunkan rasio utang terhadap EBITDA yang mana terendah selama lima tahun terakhir,” papar Ronald.
Baca Juga
Anak Usaha Delta Dunia Makmur (DOID) Terbitkan Obligasi Perdana Rp 1,5 Triliun
Seiring lonajakan pendapatan, laba operasional dan laba bersih juga mengalami kenaikan. Laba operasional perseroan naik sebesar 19% per menjadi US$ 59 juta disbanding kuartal III 2022 sebesar USD 50 juta.
Sedangkan laba bersih kuartal III 2023 sebesar US$ 17 juta, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2022 sebesar US$ 15 juta.
Ronald mengungkapkan bahwa tahun 2023 adalah tahun terbaik bagi perseroan dalam posisi kas untuk menurunkan ratio hutang. “Drivernya adalah beberapa hal dari industri pertambangan seperti batu bara thermal, batu bara metalurgi,” ungkapnya. (CR-4)
Baca Juga
Delta Dunia (DOID) Gelar Program MESOP Senilai Rp 291 Miliar

